Manokwari, Beritakasuari.com – Anggota DPR Papua Barat, Imam Muslih, melaksanakan kegiatan Reses I tahun 2026 dengan mengunjungi masyarakat di Masjid Asy Syahadah, Rendani Atas, Kelurahan Sowi, Manokwari, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi wakil rakyat untuk berdialog langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di lingkungan warga.
Dalam pertemuan tersebut, Imam Muslih menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota legislatif untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat tersampaikan secara langsung kepada pemerintah daerah maupun lembaga terkait.
“Dalam setahun kita melaksanakan reses tiga kali. Ini momen pertama di tempat saya tinggal. Kita bersyukur terdapat program tahun lalu yang sudah terealisasi yaitu sumur bor untuk masjid ini. Dari delapan titik sumur bor, satu di antaranya berada di sini,” ujar Imam Muslih.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan masjid, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar lingkungan tersebut. Dengan adanya fasilitas tersebut, warga dapat memperoleh akses air bersih yang lebih mudah untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa upaya pembinaan umat terus diperkuat melalui pembangunan Rumah Qur’an di kawasan tersebut. Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat dari berbagai kalangan usia.
“Rumah Qur’an ini bisa dimanfaatkan untuk pembinaan anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an, termasuk bagi mereka yang akan mengikuti berbagai lomba. Tidak hanya anak-anak, bapak dan ibu juga bisa belajar di sini karena kami sudah menyiapkan pengajarnya,” jelasnya.
Dalam dialog yang berlangsung, masyarakat juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka. Beberapa aspirasi yang disampaikan di antaranya terkait penambahan lampu penerangan jalan, perbaikan jalan lingkungan, serta usulan pembangunan sumur bor tambahan agar akses air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga.
Aspirasi tersebut, menurut Imam Muslih, akan menjadi bahan masukan dalam memperjuangkan program pembangunan di tingkat legislatif. Ia berharap berbagai kebutuhan masyarakat dapat secara bertahap direalisasikan melalui program pemerintah daerah maupun dukungan anggaran yang tersedia.
Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin secara terbuka. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat dirancang lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di daerah.


