26.9 C
Manokwari
Tuesday, March 3, 2026

OJK–BPS Gelar Pelatihan SNLIK 2026 di Papua Barat

Must read

Sorong , Beritakasuari.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat menggelar Pelatihan Petugas Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 di Aston Sorong Hotel & Conference Center. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyelenggaraan SNLIK di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya sebagai bagian dari persiapan survei tingkat nasional yang akan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.

Sejak 2024, pelaksanaan SNLIK dilakukan melalui kolaborasi antara OJK dan BPS untuk menghasilkan estimasi nasional yang komprehensif. Survei ini dijadwalkan berlangsung di 120 kabupaten/kota pada 34 provinsi dengan target 10.800 responden. SNLIK disusun untuk memetakan tingkat literasi dan inklusi keuangan, mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan, serta menjadi acuan penyusunan kebijakan literasi dan inklusi keuangan pada tahun-tahun berikutnya.

Dalam sambutan Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya yang disampaikan oleh Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis, Ferdian Ario, dijelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman para petugas di lapangan. Mereka dibekali konsep dan definisi operasional atas variabel survei agar data yang dikumpulkan benar-benar sesuai parameter yang ditetapkan. Ferdian mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang No. 59 Tahun 2024 tentang RPJPN, sektor keuangan menjadi salah satu dari 45 indikator utama pembangunan. Ia menegaskan bahwa inklusi keuangan ditetapkan sebagai indikator penting dengan target nasional mencapai 98% dalam RPJPN 2025–2045, sehingga SNLIK menjadi kegiatan strategis yang harus rutin dilaksanakan.

Kepala BPS Papua Barat, Merry, turut memberikan arahan agar petugas memahami seluruh instrumen survei seperti kuesioner, buku pedoman, dan showcard. Pemahaman yang baik akan memastikan pertanyaan disampaikan dengan jelas sehingga jawaban responden merefleksikan kondisi yang sebenarnya. Merry menyampaikan apresiasi atas kerja sama berkelanjutan antara OJK dan BPS yang berkontribusi besar pada kualitas data nasional terkait literasi dan inklusi keuangan.

Dengan pelatihan ini, OJK dan BPS berharap akurasi data SNLIK 2026 dapat semakin meningkat, sehingga masyarakat, pemangku kebijakan, dan lembaga terkait memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

More articles

Latest article