27.7 C
Manokwari
Thursday, April 3, 2025

Optimalisasi Serapan Panen: Bulog dan Koperasi Didorong Perkuat Cadangan Pangan

Must read

Jakarta, Beritakasuari.com – Selama Maret hingga April 2025, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mencapai puncak panen jagung dan beras. Momentum ini menjadi peluang strategis bagi Perum Bulog dan koperasi untuk menyerap hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani, sehingga dapat memperkuat cadangan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menegaskan pentingnya peran Bulog dan koperasi dalam menyerap hasil panen petani, sebagaimana diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (10/3/2025), Mendagri menyatakan bahwa koperasi merah putih yang direncanakan di setiap desa diharapkan dapat menjadi solusi bagi optimalisasi penyerapan hasil panen.

Selain itu, pemerintah daerah diminta aktif menyosialisasikan kebijakan ini kepada desa-desa agar koperasi dapat berfungsi maksimal dalam menampung hasil pertanian. Jika tidak, dikhawatirkan hasil panen akan lebih banyak diserap oleh tengkulak dan perantara, yang berpotensi memengaruhi harga pasar serta merugikan petani.

Mendagri juga mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,09 persen secara tahunan (YoY). Namun, sektor makanan, minuman, dan tembakau masih mencatat inflasi sebesar 2,25 persen, yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga. Sementara itu, deflasi sebesar 12,08 persen pada harga yang diatur pemerintah disebabkan oleh kebijakan diskon 50 persen bagi pengguna listrik.

Dengan kebijakan strategis ini, pemerintah berharap ketahanan pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat stabil, dan kesejahteraan petani dapat meningkat melalui penyerapan hasil panen yang lebih maksimal.

More articles

Latest article