Dengan penuh semangat, Wamuar mengajak semua warga Papua untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pemungutan suara yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), yang akan dilaksanakan dalam waktu sekitar 180 hari ke depan.
“Suara Anda adalah kunci untuk menentukan arah pembangunan Papua selama lima tahun ke depan. Jadi, mari bersama-sama menentukan masa depan kita melalui hak pilih yang kita miliki,” ujar Wamuar dengan tegas.
Ia juga memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan PSU dan tidak terpengaruh oleh opini yang meremehkan pentingnya pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua.
“Setiap suara memiliki nilai yang sangat berarti. Jangan biarkan diri Anda terombang-ambing oleh angin, tetapi datanglah ke TPS dan tentukan siapa yang terbaik untuk memimpin Papua ke depan,” tambahnya.
Wamuar juga menekankan pentingnya peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua dalam melaksanakan PSU dengan baik dan jujur. “KPU memiliki tanggung jawab besar atas kelancaran proses demokrasi ini. Anggaran yang digunakan berasal dari rakyat, sehingga KPU harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan adil,” ungkapnya.
Tingkat partisipasi masyarakat dalam PSU merupakan kunci keberhasilan dari proses demokrasi ini. Wakil Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Agama MRP Papua, Izak R. Hikoyabi, juga menegaskan bahwa setiap suara memiliki nilai yang sangat berharga.
“KPU RI memiliki kewenangan untuk mengambil alih proses PSU di Papua jika diperlukan, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga proses demokrasi ini agar berjalan dengan baik,” kata Hikoyabi.