Menkeu Ungkap Potensi Efisiensi Program MBG Rp40 Triliun

Must read

Jakarta, Beritakasuari.com -Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya potensi efisiensi anggaran yang cukup besar pada program Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan perhitungan awal, penghematan anggaran negara dari program tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp40 triliun setiap tahunnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers yang digelar di kompleks Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada Rabu, 25 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa potensi penghematan ini berasal dari usulan penyesuaian frekuensi penyaluran bantuan makanan bergizi kepada penerima manfaat.

Menurutnya, salah satu skema efisiensi yang tengah dipertimbangkan adalah pengurangan distribusi bantuan yang sebelumnya dilakukan setiap hari menjadi hanya lima hari dalam satu pekan. Dengan skema tersebut, penyaluran program tidak lagi dilakukan pada hari Sabtu.

“Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada kan pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp40 triliun hitungan pertama kasar, tapi bisa lebih. Tapi bukan saya motong ya. Memang dia melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan bahwa gagasan efisiensi tersebut berasal dari internal Badan Gizi Nasional sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

“Nggak tahu dimulai apa belum, tapi dia ngomong seperti itu,” ujarnya menambahkan.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa rencana tersebut masih berupa usulan awal dan belum menjadi kebijakan final pemerintah. Pemerintah masih perlu melakukan pembahasan lebih lanjut untuk memastikan mekanisme pelaksanaan program tetap berjalan efektif tanpa mengurangi tujuan utama peningkatan gizi masyarakat.

Selain menyoroti efisiensi pada program Makan Bergizi Gratis, Menteri Keuangan juga menyampaikan rencana pemerintah untuk melakukan penghematan anggaran secara lebih luas di berbagai kementerian dan lembaga pada tahun anggaran 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal negara serta memastikan belanja pemerintah dapat dialokasikan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

“Saya akan buat merata seluruh K/L. Kita akan tentukan dari sini terus dia potong sendiri,” ucapnya.

Sebagai informasi, total anggaran yang dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp335 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp255,5 triliun difokuskan untuk mendukung program pemenuhan gizi nasional.

Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan pelajar. Oleh karena itu, berbagai skema efisiensi yang diusulkan tetap akan mempertimbangkan efektivitas program serta dampaknya terhadap penerima manfaat di lapangan.

More articles

Latest article