Jakarta, Beritakasuari.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merespons laporan dari Himpunan Kawasan Industri (HKI) mengenai kerugian besar yang mencapai ratusan triliun akibat investasi yang gagal, diduga karena campur tangan aksi premanisme dari organisasi kemasyarakatan (ormas). Kementerian ini menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan berbagai pihak guna menindaklanjuti kasus tersebut.
“Tugas kami adalah memfasilitasi para investor dalam mengatasi berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Jika terdapat hambatan-hambatan, termasuk premanisme dari ormas, Kementerian Investasi akan turut serta dalam mencari solusi yang dibutuhkan. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Lembaga dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Riyatno.
Riyatno juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengundang para pemangku kepentingan terkait untuk berpartisipasi dalam rapat yang membahas kendala-kendala dalam investasi, seperti yang telah dilaporkan oleh HKI. Kementerian Investasi berkomitmen untuk menemukan solusi guna menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.
“Hal ini akan kami bahas dalam rapat bersama kementerian dan lembaga terkait. Kami akan mencari solusi bersama untuk mengatasi masalah ini, termasuk dalam hal premanisme ormas,” tambahnya.
Sebelumnya, HKI Indonesia melaporkan kerugian besar yang mencapai ratusan triliun rupiah akibat investasi yang gagal dan keluar dari kawasan industri akibat campur tangan ormas. Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar, menyampaikan bahwa ormas tersebut telah menyebabkan gangguan keamanan dengan melakukan demonstrasi di kawasan industri.
Beberapa investor bahkan telah mengirim surat langsung kepada Presiden terkait premanisme ormas ini. Wilayah-wilayah yang sering terjadi premanisme ormas antara lain di Bekasi, Karawang, Jawa Timur, dan Batam. HKI meminta jaminan keamanan dari pemerintah, mengingat beberapa kawasan industri merupakan objek vital nasional.
Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2024 mencapai Rp 1.714,2 triliun, tumbuh 20,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pencapaian ini melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Pertumbuhan investasi ini juga berdampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja, dengan jumlah mencapai 2.456.130 orang. Realisasi investasi ini terdiri atas penanaman modal asing sebesar Rp 900,2 triliun dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 814 triliun,” ungkap Rosan.
Rosan menambahkan bahwa pertumbuhan investasi pada tahun 2024 lebih tinggi dari tahun sebelumnya, mencapai 20,8 persen. Hal ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam sektor investasi di Indonesia.
Dengan demikian, Kementerian Investasi dan BKPM tetap berkomitmen untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif dan memberikan perlindungan bagi para investor. Melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait, diharapkan masalah premanisme ormas dapat diatasi dan investasi di Indonesia dapat terus berkembang secara positif.