Jakarta, Beritakasuari.com – Samsung Galaxy S26 series diperkirakan akan menjadi salah satu lini ponsel flagship pertama yang meluncur pada awal tahun 2026. Menjelang peluncurannya, berbagai spekulasi mengenai banderol harga mulai bermunculan, terutama di tengah isu kenaikan harga komponen dan krisis pasokan RAM yang sebelumnya diprediksi analis industri.
Namun, laporan terbaru dari media Korea Selatan Maeil Business Newspaper menyebutkan bahwa Samsung kemungkinan besar memilih untuk membekukan harga flagship-nya tahun ini. Jika informasi tersebut akurat, maka harga Galaxy S26 series akan tetap sejajar dengan generasi Galaxy S25 yang dirilis sebelumnya.
Dengan kebijakan tersebut, Samsung Galaxy S26 diperkirakan akan dijual mulai dari USD 799, Galaxy S26+ dibanderol sekitar USD 999, sementara varian tertinggi Galaxy S26 Ultra diprediksi tetap berada di kisaran USD 1.299. Meski demikian, harga di masing-masing negara berpotensi mengalami penyesuaian tergantung pada nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Sebelumnya, sejumlah analis memprediksi Samsung akan menaikkan harga Galaxy S26 series. Faktor utama yang disebutkan antara lain meningkatnya biaya produksi komponen smartphone serta melemahnya nilai tukar won Korea. Kondisi tersebut dinilai berisiko mendorong harga jual ke level yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Meski begitu, Samsung disebut mengambil langkah berbeda demi menjaga daya saing di pasar global. Perusahaan asal Korea Selatan itu dilaporkan memutuskan untuk mempertahankan harga Galaxy S series untuk tahun keempat secara berturut-turut. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran pangsa pasar premium akan tergerus oleh Apple maupun produsen smartphone asal China yang semakin agresif.
“Samsung memilih membekukan harga flagship-nya demi mempertahankan daya saing dan mencegah konsumen beralih ke kompetitor,” demikian dikutip dari laporan yang dirangkum PhoneArena, Jumat (2/1/2025).
Kebijakan pembekuan harga ini tidak hanya berlaku untuk lini Galaxy S26. Samsung juga dikabarkan akan menerapkan strategi serupa pada ponsel layar lipat yang dijadwalkan rilis pada paruh kedua 2026. Galaxy Z Fold8 disebut-sebut akan tetap dibanderol mulai USD 1.999, sementara Galaxy Z Flip8 diperkirakan mempertahankan harga awal USD 1.099, sama seperti pendahulunya.
Meski menjaga harga flagship, Samsung disebut tetap berupaya mendorong pertumbuhan pendapatan melalui lini lain. Laporan tersebut mengklaim bahwa beberapa model Galaxy A series berpotensi mengalami penyesuaian harga sebagai bagian dari strategi segmentasi pasar.
Berdasarkan bocoran yang beredar sebelumnya, Samsung Galaxy S26 series dijadwalkan diperkenalkan dalam ajang Galaxy Unpacked yang diperkirakan berlangsung pada 25 Februari mendatang. Dengan jadwal tersebut, penggemar Samsung dipastikan tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui spesifikasi lengkap sekaligus harga resmi Galaxy S26 series di berbagai pasar.



