Manokwari, Beritakasuari.com – Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama pemerintah daerah melalui pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus). Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan pendidikan bagi ribuan mahasiswa asal Papua Barat di berbagai jenjang dan lokasi studi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri wisuda perdana Universitas Caritas Indonesia di Gedung Arfak Convention Hall, Manokwari, pada Sabtu, 28 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa program beasiswa terus digulirkan setiap tahun untuk memastikan akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat setiap tahun memberikan dukungan pendidikan kepada ribuan mahasiswa, baik yang menempuh pendidikan di dalam daerah, di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, maupun di luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini dirancang untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP). Program tersebut juga mencakup skema afirmasi bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada mahasiswa, tetapi juga pada peningkatan kualitas tenaga pendidik.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas dosen dan akses pendidikan bagi generasi muda Papua Barat,” katanya.
Dukungan terhadap tenaga pendidik diwujudkan melalui program studi lanjut hingga jenjang magister dan doktoral. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan mutu institusi pendidikan tinggi di Papua Barat secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengakui pentingnya kontribusi perguruan tinggi swasta dalam memperluas akses pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta terus diperkuat melalui pengembangan fasilitas serta infrastruktur pendidikan yang lebih memadai.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan pesan kepada para lulusan agar memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh untuk membangun daerah. “Gunakan ilmu yang diperoleh untuk membangun Papua Barat. Jadilah generasi yang membawa perubahan dan kemajuan bagi daerah,” pesannya.
Investasi besar di sektor pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing global. Para sarjana muda diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Papua Barat di masa depan.



