Manokwari, Beritakasuari.com –Â Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) KONI Papua Barat yang berlangsung di Manokwari, Kamis malam (17/9/2026), diwarnai aksi walk out sejumlah cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya memberikan dukungan kepada calon Ketua Umum KONI Papua Barat, Mohamad Lakotani.
Keputusan meninggalkan ruang persidangan tersebut terjadi setelah muncul perdebatan mengenai hak suara Pengprov Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) dalam forum pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026–2030.
Pimpinan sidang menyatakan hak suara Perbasasi tidak dapat diakomodasi karena terdapat persoalan administrasi. Keputusan itu kemudian menjadi bahan perdebatan antara perwakilan cabor dan pimpinan sidang.
Persoalan tersebut sebelumnya telah dibahas bersama Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Pusat. Untuk memberikan ruang pembahasan, Ketua Sidang Musprovlub, Levinus Wanggai, sempat menskors jalannya persidangan.
Setelah pembahasan dilakukan bersama TPP KONI Pusat, keputusan yang diambil tetap menyatakan Perbasasi tidak memiliki hak suara dalam proses pemilihan.
Keputusan tersebut kemudian direspons oleh sejumlah cabor pendukung Mohamad Lakotani dengan meninggalkan ruang sidang. Mereka memilih walk out sehingga tidak mengikuti kelanjutan proses persidangan.
Pimpinan sidang sempat memberikan waktu selama lima menit kepada peserta yang meninggalkan ruangan untuk kembali mengikuti musyawarah. Namun, hingga batas waktu tersebut berakhir, tidak ada perwakilan yang kembali ke ruang sidang.
Musprovlub kemudian tetap dilanjutkan dengan menggunakan hak suara yang tersedia. Forum selanjutnya memasuki tahapan pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026–2030.
Dinamika tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses Musprovlub yang mempertemukan dua calon Ketua Umum, yakni Yosias Saroy dan Mohamad Lakotani. Sebelum pemilihan berlangsung, kedua kandidat telah dinyatakan memenuhi persyaratan pencalonan melalui proses verifikasi dan validasi.
Dalam perkembangan selanjutnya pada malam yang sama, proses pemungutan suara menghasilkan Yosias Saroy memperoleh 26 suara dan ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026–2030. Hasil tersebut disampaikan dalam forum setelah sebagian pendukung Lakotani memilih walk out.



