Kaimana, Beritakasuari.com – Wilhelmus Balubun mendapat mandat memimpin Ikatan Kerukunan Masyarakat Kei (IKMK) Kabupaten Kaimana untuk periode 2026–2031. Ia terpilih setelah memperoleh 1.027 suara dalam Musyawarah Daerah (Musda) IKMK yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kaimana, Sabtu (5/9/2026).
Hasil tersebut menempatkan Wilhelmus sebagai peraih suara terbanyak dengan selisih cukup jauh dari kandidat lainnya. Dalam pemilihan tersebut, Finsensius Yamro memperoleh 272 suara, M. Nur Fidmatan mendapatkan 238 suara, sementara Djuanda Rahayaan meraih 135 suara.
Total suara yang dihimpun panitia mencapai 1.685 suara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.672 suara dinyatakan sah dan 13 suara lainnya tidak sah.
Setelah ditetapkan sebagai ketua terpilih, Wilhelmus langsung menyerukan persatuan kepada seluruh masyarakat Kei di Kabupaten Kaimana. Ia mengajak warga untuk tidak lagi mempertahankan perbedaan pilihan yang muncul selama proses pemilihan.
“Saya ingin memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kei yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Hasil Musda ini bukan kemenangan satu kelompok, melainkan kemenangan bersama seluruh warga Kei di Kabupaten Kaimana,” tegasnya.
Menurut Wilhelmus, proses demokrasi dalam Musda merupakan bagian dari perjalanan organisasi. Karena itu, perbedaan dukungan selama pemilihan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun sekat di antara masyarakat setelah seluruh tahapan Musda selesai.
“Musda telah selesai. Perbedaan pilihan adalah bagian dari proses demokrasi, tetapi setelah ini tidak ada lagi sekat-sekat di antara kita. Saatnya kita kembali bersatu sebagai satu keluarga besar Kei,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan IKMK ke depan akan diarahkan pada penguatan hubungan persaudaraan dan solidaritas masyarakat. Komunikasi yang terbuka juga akan menjadi bagian penting dalam menjalankan organisasi agar aspirasi warga dapat tersampaikan dengan baik.
Wilhelmus menyadari bahwa keberhasilan program IKMK tidak dapat dibebankan hanya kepada pengurus. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh masyarakat Kei ikut mengambil bagian dalam pelaksanaan berbagai agenda organisasi selama masa kepemimpinannya.
Ia juga membuka ruang terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Masukan tersebut dinilai penting sebagai bahan evaluasi agar IKMK dapat berkembang menjadi organisasi yang semakin kuat dan mampu menjawab kebutuhan anggotanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wilhelmus turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Musda. Apresiasi diberikan kepada panitia, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, jajaran Polres Kaimana, serta masyarakat yang ikut menjaga proses pemilihan tetap aman dan tertib.
Menurutnya, suasana kekeluargaan yang terjaga selama pelaksanaan Musda menjadi modal penting bagi IKMK dalam memasuki periode kepengurusan baru. Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan organisasi berikutnya.
Wilhelmus juga ingin menjadikan IKMK sebagai wadah yang mampu menaungi seluruh masyarakat Kei di Kabupaten Kaimana. Organisasi tersebut diharapkan tidak membedakan warga berdasarkan agama, status sosial, maupun latar belakang.
Dengan mandat yang diperoleh melalui Musda, Wilhelmus menghadapi tanggung jawab untuk menyatukan kembali seluruh elemen masyarakat setelah proses pemilihan. Konsolidasi internal dan komunikasi yang terbuka menjadi langkah penting agar organisasi dapat bergerak bersama dalam menjalankan program periode 2026–2031.
Ia berharap dukungan masyarakat yang diberikan melalui Musda dapat menjadi energi bersama untuk memperkuat IKMK sekaligus menjaga hubungan persaudaraan masyarakat Kei di Kabupaten Kaimana.



