Delapan Cabor Dukung Yosias Saroy Pimpin KONI Papua Barat

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Dukungan terhadap Yosias Saroy untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026-2030 terus bertambah. Sebanyak delapan cabang olahraga secara resmi menyerahkan surat rekomendasi dukungan kepada mantan Bupati Pegunungan Arfak tersebut.

Penyerahan dokumen rekomendasi dan berita acara dukungan dilakukan di sekretariat Mixed Martial Arts (MMA) Papua Barat, Sabtu (29/8/2026). Dukungan itu menjadi bagian dari proses konsolidasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi KONI Papua Barat.

Delapan cabang olahraga yang menyatakan dukungan terdiri dari Futsal, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), Catur, Yodi Dansa, Mixed Martial Arts (MMA), Tinju, Gulat, dan FOKSI.

Yosias Saroy menyambut dukungan tersebut dengan menekankan pentingnya menjaga konsistensi serta soliditas antarcabang olahraga. Ia berharap rekomendasi yang telah diserahkan dapat menjadi landasan bersama dalam menentukan arah organisasi olahraga Papua Barat ke depan.

Menurut Yosias, proses menuju Musyawarah Provinsi KONI Papua Barat harus dijalankan dengan semangat persatuan. Ia mengajak seluruh pihak yang telah memberikan dukungan untuk menjaga komitmen dan tidak mudah terpengaruh oleh dinamika politik maupun kepentingan sesaat.

Apabila dipercaya memimpin KONI Papua Barat, Yosias menyatakan akan membangun kepengurusan dengan prinsip keterbukaan. Ia berkomitmen melibatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta pengalaman sesuai bidang masing-masing.

Baginya, jabatan dalam organisasi olahraga bukan sekadar posisi struktural. Integritas, reputasi organisasi, dan kemampuan menghadirkan manfaat bagi atlet maupun cabang olahraga dinilai jauh lebih penting.

Ketua Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) MMA Papua Barat, Adrian Kristiandi Ratag, mengatakan dukungan kepada Yosias merupakan keputusan organisasi yang dihasilkan melalui proses internal. Menurutnya, keputusan tersebut tidak dibuat secara terburu-buru.

Adrian menjelaskan bahwa pengurus MMA Papua Barat terlebih dahulu melakukan serangkaian pembahasan, termasuk rapat dan dengar pendapat sebelum menentukan pilihan. Proses tersebut berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan jajaran pengurus.

Dari mekanisme tersebut, seluruh pengurus akhirnya menyepakati satu nama untuk mendapatkan dukungan, yakni Yosias Saroy. Adrian menyebut keputusan itu merupakan hasil musyawarah yang menurutnya mencerminkan kesepakatan penuh di internal organisasi.

Ia menilai pengalaman Yosias dalam menangani pembinaan olahraga menjadi salah satu alasan utama MMA Papua Barat memberikan dukungan. Rekam jejak tersebut dinilai menunjukkan perhatian terhadap pengembangan atlet, tidak hanya dalam aspek prestasi tetapi juga kesejahteraan.

Adrian juga menyinggung pengalaman sejumlah atlet yang pernah mendapatkan pembinaan dari Yosias. Menurutnya, pola pembinaan yang memberikan ruang bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperoleh penghargaan yang layak menjadi pertimbangan tersendiri.

Dukungan berikutnya datang dari Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Papua Barat. Ketua Forki Papua Barat Hartono Tapilatu menyebut keputusan organisasi diambil melalui rapat internal yang melibatkan seluruh unsur kepengurusan.

Hartono mengatakan pihaknya telah mengikuti perkembangan kandidat Ketua KONI Papua Barat sebelum menentukan pilihan. Setelah melalui pembahasan bersama, seluruh jajaran pengurus Forki Papua Barat akhirnya sepakat memberikan dukungan kepada Yosias Saroy.

Menurut Hartono, keputusan tersebut didasarkan pada penilaian terhadap pengalaman dan komitmen Yosias di bidang olahraga. Ia menyebut pengalaman Yosias saat memimpin Kabupaten Pegunungan Arfak sekaligus mengelola KONI di daerah tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan.

Selain itu, pengalaman Yosias dalam membawa Perseman tampil di tingkat nasional juga menjadi bagian dari rekam jejak yang dinilai positif. Hartono melihat pengalaman tersebut sebagai bukti bahwa Yosias memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga dan atlet.

Hartono mengakui terdapat kandidat lain yang juga memiliki latar belakang dan pengalaman. Namun, setelah melakukan penilaian berdasarkan perspektif organisasi, Forki Papua Barat memutuskan menjatuhkan pilihan kepada Yosias.

Ia menegaskan bahwa keberpihakan terhadap cabang olahraga dan atlet menjadi salah satu alasan penting. Menurut Hartono, keberadaan KONI sangat bergantung pada kekuatan cabor serta kualitas atlet yang dibina secara berkelanjutan.

Bidang Pembinaan dan Prestasi Forki Papua Barat, Frendi Weriditi, berharap pergantian kepemimpinan nantinya dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola olahraga di Papua Barat.

Menurut Frendi, pembinaan olahraga daerah membutuhkan arah yang terukur dan berkelanjutan. Target pembangunan olahraga tidak cukup hanya mengejar kelolosan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON), tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan prestasi dan pembentukan atlet berlevel nasional maupun internasional.

Ia berharap pembinaan yang lebih serius dapat mendorong peningkatan posisi Papua Barat dalam persaingan olahraga nasional. Selain itu, keberhasilan pembinaan juga diharapkan mampu menghasilkan atlet daerah yang masuk dalam pemusatan latihan nasional dan membawa nama Papua Barat serta Indonesia ke kompetisi internasional.

Dukungan terhadap Yosias Saroy juga disampaikan oleh Ketua Cabor Catur Philip Hendrik dan Ketua Cabor Gulat Lazarus Indou. Keduanya berharap kepemimpinan KONI Papua Barat ke depan mampu menciptakan sistem organisasi yang lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada peningkatan prestasi.

Rangkaian rekomendasi dari delapan cabor tersebut memperlihatkan mulai terbentuknya konsolidasi dukungan menjelang Musyawarah Provinsi KONI Papua Barat. Namun, proses pemilihan ketua umum tetap akan mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku dalam musyawarah tersebut.

Bagi Yosias Saroy, dukungan yang telah diberikan menjadi amanah sekaligus tanggung jawab untuk memperjuangkan tata kelola olahraga yang lebih baik. Ia menilai pembangunan olahraga Papua Barat harus menempatkan cabang olahraga dan atlet sebagai pusat kebijakan, sehingga prestasi dapat tumbuh seiring dengan peningkatan kesejahteraan para pelakunya.

More articles

Latest article