Autopsi Yanto Idorway Rampung, Sampel Dikirim ke Labfor

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Proses autopsi terhadap jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, telah selesai dilaksanakan di Instalasi Pemulasaraan Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat pada Kamis (30/7/2026). Pemeriksaan forensik yang berlangsung lebih dari tiga jam itu menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Autopsi dimulai sekitar pukul 15.44 WIT dan berakhir pada pukul 19.30 WIT. Setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai, tim dokter mengambil sejumlah sampel jaringan tubuh untuk dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri di Jakarta. Pemeriksaan laboratorium tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian ilmiah mengenai penyebab kematian almarhum.

Kabid Dokkes Polda Papua Barat, Kombes Pol. dr. Iskandar, menjelaskan seluruh rangkaian autopsi berlangsung dengan aman dan lancar berkat kerja sama antara tim medis, penyidik kepolisian, kuasa hukum, serta keluarga korban.

“Proses autopsi ini nanti akan dilanjutkan dengan pemeriksaan sampel jaringan yang dikirim ke laboratorium di Jakarta. Kami memohon kesabaran dari seluruh masyarakat dan pihak keluarga, karena proses ini memerlukan waktu,” ujar Kombes Pol. dr. Iskandar.

Ia menambahkan, demi menjaga transparansi, keluarga korban diberikan kesempatan menyaksikan langsung proses autopsi di ruang pemeriksaan. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh tahapan berjalan secara terbuka dan objektif.

Menurutnya, setelah proses medis selesai, seluruh hasil pemeriksaan awal diserahkan kepada penyidik Polres Pegunungan Arfak untuk melanjutkan proses hukum sekaligus menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

Dokter Spesialis Forensik, dr. Jimmy Victor John Sembay, Sp.F.M., mengungkapkan kondisi jenazah telah mengalami pembusukan karena sempat berada di dalam aliran sungai selama beberapa hari sebelum ditemukan.

Meski demikian, pemeriksaan luar dan dalam tetap dilakukan secara menyeluruh. Selanjutnya, hasil autopsi akan dipadukan dengan analisis laboratorium terhadap jaringan organ tubuh guna memperoleh kesimpulan yang akurat.

“Hasil pemeriksaan hari ini akan dianalisis bersama hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” jelas dr. Jimmy.

Ia menerangkan, pengujian laboratorium memiliki peran penting untuk mengetahui apakah luka maupun masuknya air ke dalam paru-paru terjadi ketika korban masih hidup atau setelah meninggal dunia. Informasi tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung proses penyidikan yang sedang dilakukan aparat kepolisian.

Tim forensik memperkirakan hasil pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari kerja. Lamanya proses dipengaruhi banyaknya sampel yang diterima Labfor Mabes Polri dari berbagai daerah di Indonesia.

Meski demikian, tim dokter bersama penyidik memastikan akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan agar hasil pemeriksaan dapat diperoleh secepat mungkin. Nantinya, hasil laboratorium tersebut akan menjadi dasar penyidik dalam menyimpulkan penyebab kematian Yanto Idorway secara ilmiah dan menyeluruh, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi keluarga maupun masyarakat.

More articles

Latest article