SAR Manokwari Cari Penumpang KM Gunung Dempo yang Jatuh

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com -Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari melalui Unit Siaga SAR Teluk Wondama resmi menggelar operasi pencarian terhadap seorang penumpang KM Gunung Dempo yang dilaporkan terjatuh ke perairan sekitar Pulau Roon, Selat Numamura, Teluk Cenderawasih, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Korban diketahui bernama Hery Wonda (26). Berdasarkan laporan yang diterima dari Kepala PT Pelni Cabang Wasior, Malik Abdul Rais, insiden tersebut terjadi saat KM Gunung Dempo berlayar dari Wasior menuju Nabire pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 16.37 WIT.

Menurut informasi awal, korban terjatuh dari lantai tujuh kapal ketika pelayaran sedang berlangsung. Awak kapal segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian sebagai upaya pertolongan awal, namun korban belum berhasil ditemukan hingga pencarian sementara dihentikan.

Laporan resmi diterima Kantor SAR Manokwari pada Rabu (24/6/2026) pukul 15.00 WIT. Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Siaga SAR Teluk Wondama langsung mengaktifkan operasi pencarian dan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.

Titik lokasi korban diperkirakan berada pada koordinat 02°29’1,80″ LS dan 134°41’45,60″ BT, atau sekitar 32,78 kilometer dari Pos Siaga SAR Wasior dengan estimasi waktu tempuh dua hingga tiga jam menggunakan jalur laut.

Tim SAR bergerak menggunakan kapal penyelamat setelah lebih dahulu berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Polairud, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, masyarakat Kampung Yopanggar yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian juga dilibatkan untuk membantu memperluas area pencarian.

Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, menegaskan seluruh sumber daya yang tersedia telah dikerahkan agar proses pencarian berjalan maksimal.

“Kami mengerahkan seluruh personel dan peralatan yang tersedia serta terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar pencarian berlangsung efektif dan korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur dengan dukungan perlengkapan seperti kapal penyelamat, perahu karet, perangkat komunikasi, hingga peralatan pendukung operasi SAR lainnya. Sinergi lintas instansi diharapkan mampu mempercepat proses pencarian di wilayah perairan Teluk Cenderawasih.

Kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi dilaporkan relatif mendukung. Cuaca cerah, kecepatan angin berkisar antara 2 hingga 11 knot, tinggi gelombang sekitar 0,5 sampai 1 meter, serta jarak pandang yang masih berada dalam kondisi aman menjadi faktor yang membantu tim dalam melakukan penyisiran.

Hingga berita ini disusun, operasi pencarian terhadap korban masih terus berlangsung. Kantor SAR Manokwari memastikan perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala sesuai hasil pencarian di lapangan.

More articles

Latest article