Teluk Bintuni, Beritakasuari.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus memperkuat kualitas perencanaan pembangunan kampung melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Desa Membangun (IDM). Kegiatan yang digelar oleh Bidang Administrasi Pemerintahan tersebut bertujuan memperbarui data kampung sekaligus memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi dan tingkat perkembangan setiap wilayah.
Bimtek yang berlangsung di Aula Sanggar Kampung Banjar Ausoy, Rabu (17/6/2026), diikuti kepala kampung dan operator kampung agar proses penginputan data ke sistem nasional dapat dilakukan secara tepat dan sesuai kondisi di lapangan.
Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan, Agus Wiratno, menjelaskan bahwa data IDM menjadi instrumen penting dalam menentukan status perkembangan kampung, mulai dari kategori sangat tertinggal hingga mandiri. Menurutnya, hasil penilaian tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menentukan langkah percepatan pembangunan.
“Maksud dan tujuan Bimtek IDM ini adalah untuk mengukur kinerja kampung dan mengetahui status kampung secara objektif. Dari IDM, kita bisa melihat apakah suatu kampung berstatus sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, atau mandiri. Jika masih tertinggal, kita ingin mengetahui permasalahan yang dihadapi sehingga dapat dicarikan solusi yang tepat,” ujar Agus.
Ia mengungkapkan, tingkat partisipasi penginputan data mengalami penurunan cukup tajam. Jika pada 2024 sebanyak 107 kampung telah menyampaikan data, maka pada 2025 jumlahnya turun menjadi sekitar 52 kampung. Kondisi tersebut membuat sistem IDM nasional belum mampu memotret perkembangan seluruh kampung di Teluk Bintuni secara menyeluruh.
Sebagai langkah percepatan, pemerintah daerah melaksanakan bimtek tahap pertama dengan melibatkan 57 kampung. Masing-masing kampung mengirimkan dua perwakilan dan memperoleh pendampingan selama satu pekan agar seluruh data yang dibutuhkan dapat segera diselesaikan.
Agus menjelaskan, penilaian IDM tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pelayanan sosial dasar, kondisi ekonomi, dan infrastruktur. Berbagai indikator yang dinilai meliputi keberadaan Poskesdes atau Posyandu, PAUD, Taman Kanak-Kanak, penanganan stunting, akses menuju pasar, keberadaan kios, layanan perbankan, hingga kualitas jalan penghubung.
Berdasarkan data sementara, sebagian besar kampung di Teluk Bintuni masih berada pada kategori sangat tertinggal dan tertinggal. Saat ini baru terdapat delapan kampung berstatus berkembang, lima kampung berstatus maju, serta satu kampung yang berhasil mencapai status mandiri, yakni Kampung Banjar Ausoy.
Agus juga meluruskan anggapan bahwa kemajuan kampung hanya ditentukan oleh pembangunan rumah atau infrastruktur fisik. Menurutnya, peningkatan status desa ditentukan oleh berbagai indikator yang saling berkaitan, termasuk pertumbuhan ekonomi, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
“Masyarakat sering kali berpikir bahwa membangun rumah sudah cukup untuk menjadikan kampung berkembang. Padahal yang menentukan kemajuan kampung adalah pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan sosial dasar, pendidikan, kesehatan, serta akses infrastruktur yang memadai. Itu yang harus kita dorong bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Teluk Bintuni, Haris Tahir, menegaskan pentingnya disiplin dalam penginputan data IDM. Ia meminta seluruh kampung mematuhi kewajiban tersebut karena data yang akurat menjadi dasar penyusunan berbagai program pembangunan.
“Kalau tidak input data, tahan Dana Desa saja ya Pak Kabid,” tegas Haris.
Melalui pelaksanaan Bimtek IDM ini, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap seluruh kampung dapat menyajikan data yang valid sehingga kebijakan pembangunan, penyaluran anggaran, dan program pemberdayaan masyarakat dapat disusun secara lebih tepat sasaran serta mampu mendorong peningkatan status kampung di masa mendatang.



