Manokwari, Beritakasuari.com – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, menyerahkan bantuan satu ekor sapi kurban Iduladha 1447 Hijriah kepada jamaah dan masyarakat di sekitar Masjid Ishlah Blagor, Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Senin (25/5/2026). Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari program kemaslahatan yang dijalankan Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH RI).
Bantuan hewan kurban itu diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat Papua Barat. Dalam kesempatan tersebut, Filep Wamafma menyampaikan bahwa dirinya menerima amanah untuk menyalurkan bantuan kurban sebagai wakil masyarakat Papua Barat serta mitra kerja di bidang keagamaan.
“Program ini merupakan bagian dari kemaslahatan umat yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia,” kata Filep Wamafma.
Ia berharap bantuan sapi kurban tersebut dapat membawa manfaat bagi masyarakat penerima, khususnya keluarga dan anak-anak di lingkungan sekitar masjid. Menurutnya, momentum Hari Raya Iduladha bukan hanya tentang pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga sarana mempererat hubungan persaudaraan dan menumbuhkan semangat saling berbagi tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Ishlah Blagor, Kharudin, menjelaskan bahwa pembagian daging kurban di lingkungan masjid selama ini dilakukan secara terbuka kepada seluruh warga sekitar, tidak hanya bagi umat Muslim saja.
“Setiap tahun pada perayaan kurban, kami tidak hanya merayakan bersama kaum Muslim saja, tetapi juga berbagi dengan semua warga yang berada di sekitar Masjid Al Ishlah,” ujarnya.
Kharudin juga menyampaikan apresiasi kepada Senator Filep Wamafma dan BPKH RI atas perhatian serta bantuan hewan kurban yang diberikan kepada jamaah dan masyarakat sekitar. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna penting sebagai simbol kepedulian sosial dan semangat kebersamaan antarwarga.
Ia berharap program bantuan kurban seperti ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang sebagai upaya memperkuat hubungan antarumat beragama serta menjaga budaya gotong royong di tengah kehidupan masyarakat Manokwari.



