“PPDB setiap tahun selalu menimbulkan masalah, terutama di beberapa sekolah tertentu. Contohnya, penumpukan siswa di SMP 5, SMP 2, dan SMP 1. Sedangkan di tingkat SMA, lonjakan siswa terjadi di SMA N 1 dan 2 Manokwari,” ungkapnya pada hari Senin di DPRK Manokwari.
Sebagai seorang politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Trisep menekankan pentingnya Dinas Pendidikan untuk dapat mengatasi masalah tersebut. “Keterbatasan jumlah kelas menjadi permasalahan utama.
Dinas harus mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, bukan hanya dengan merehabilitasi kelas yang sudah ada, tetapi juga dengan membangun kelas baru. Jika lahan terbatas, alternatif lain seperti pembangunan lantai tambahan juga bisa dipertimbangkan,” tambahnya.
Trisep juga menyoroti pemberlakuan zonasi yang merupakan ketentuan dari pemerintah pusat namun belum mampu menyelesaikan masalah penumpukan siswa. “Orang tua memilih sekolah tertentu karena mereka menginginkan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak mereka. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan harus melakukan upaya untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan merata di setiap sekolah,” jelas Trisep.
Bagi Trisep, kualitas pendidikan harus merata baik di daerah pedalaman maupun di kota. Hal ini akan membantu membangun kepercayaan orang tua terhadap sekolah-sekolah di daerah tersebut. “Kualitas dan jumlah guru juga harus diperhatikan. Kami berharap tidak akan ada protes atau demonstrasi lagi selama PPDB tahun ini,” tutupnya.
Dalam rangka mengatasi masalah penumpukan siswa saat PPDB di Manokwari, DPRK Manokwari juga telah mengusulkan beberapa langkah konkret kepada Dinas Pendidikan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan koordinasi antara sekolah-sekolah yang memiliki peningkatan jumlah siswa, serta memastikan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan seperti kelas baru dilakukan secara efisien.
Dalam upaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata, DPRK Manokwari juga akan terus mendukung inisiatif dari Dinas Pendidikan untuk meningkatkan standar pendidikan di wilayah tersebut.