Manokwari, Beritakasuari.com – Penguatan stabilitas sosial di Papua Barat semakin difokuskan melalui pendekatan dialog dan kolaborasi lintas elemen masyarakat. Langkah ini tercermin dalam pertemuan antara jajaran kepolisian dengan tokoh agama serta kepala suku Nusantara yang digelar di Manokwari sebagai bagian dari strategi menjaga keharmonisan wilayah.
Forum tersebut menjadi sarana penting untuk membangun komunikasi terbuka sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare, menegaskan bahwa keterlibatan tokoh-tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.
“Masukan dari para tokoh akan menjadi acuan bagi kami, khususnya Polda Papua Barat, dalam menyiapkan langkah-langkah strategis demi menciptakan wilayah yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia menilai bahwa dinamika yang berkembang saat ini membutuhkan respons cepat dan sinergi yang kuat dari seluruh pihak. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri harus terus diperkuat agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.
“Ambil tindakan cepat agar tidak tertinggal oleh dinamika situasi yang berkembang. Siapkan langkah bersama antara Pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas. Kita pastikan Papua Barat tetap menjadi rumah yang aman melalui penguatan kebersamaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere, menekankan bahwa keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga toleransi sebagai kekuatan dalam mempererat persatuan di tengah keberagaman.
“Harapannya Papua Barat tetap aman, agar program pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik walaupun banyak terjadi efisiensi. Mari kita bersama-sama menjaga toleransi antar suku, agama dan ras untuk memperkokoh persatuan umat dan mendorong pembangunan di daerah,” ungkapnya.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Forum Kerukunan Umat Beragama. Ketua FKUB Papua Barat, Pdt. Sadrak Simbiak, mengapresiasi langkah kepolisian yang memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat dalam menjaga keamanan daerah.
“Kami mengapresiasi Polda Papua Barat yang telah memberikan ruang dan wadah untuk berkontribusi untuk pembangunan Papua Barat,” ujarnya.
Melalui pendekatan dialogis ini, koordinasi antara aparat dan masyarakat diharapkan semakin solid. Upaya bersama ini menjadi bagian penting dalam mencegah potensi konflik sekaligus memperkuat fondasi menuju Papua Barat yang damai, inklusif, dan berkelanjutan.



