Manokwari, Beritakasuari.com – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) Papua Barat menggelar rapat pleno perdana masa bakti 2025–2030 pada Rabu (4/3/2026) di Manokwari. Agenda ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD Golkar Papua Barat, Samaun Dahlan, sekaligus menjadi momentum awal konsolidasi internal kepengurusan baru.
Dalam arahannya, Samaun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang menetapkannya secara aklamasi sebagai ketua. “Terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada saya terpilih secara aklamasi dalam Musda. Tentu saya harapkan kepengurusan ini tidak hanya mengisi komposisi pengurus Golkar,” ujarnya.
Menurutnya, kepengurusan periode ini harus mampu menghadirkan kerja politik yang terstruktur dan terukur, bukan sekadar formalitas organisasi. Ia menegaskan bahwa rapat pleno perdana menjadi fondasi penting dalam memperkuat soliditas partai menghadapi dinamika politik ke depan.
“Melalui Rapat Pleno ini menjadi awal konsolidasi partai. Dalam menghadapi tantangan politik, tentu kepengurusan dari tingkat provinsi harus dibentuk hingga kampung,” katanya.
Samaun yang juga menjabat sebagai Bupati Fakfak itu menilai, penguatan struktur hingga tingkat akar rumput menjadi prasyarat mutlak untuk memastikan mesin partai berjalan efektif. Konsolidasi vertikal dari provinsi sampai kampung diharapkan mampu menciptakan koordinasi yang solid serta responsif terhadap isu-isu strategis daerah.
Selain penguatan struktur, pleno juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Penguasaan platform digital dinilai krusial dalam mendukung kerja-kerja politik modern, termasuk memperluas jangkauan komunikasi kepada pemilih baru. Pendekatan ini dianggap relevan dengan perubahan perilaku pemilih yang semakin terkoneksi melalui ruang digital.
Dalam forum tersebut, DPD Golkar Papua Barat turut menetapkan target ambisius berupa peningkatan perolehan suara sebesar 20 persen di berbagai tingkatan, baik pada level pusat maupun kabupaten. Target tersebut juga mencakup agenda pemenangan dalam kontestasi kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten.
Dengan kombinasi konsolidasi organisasi, transformasi digital, dan target elektoral yang terukur, kepengurusan baru Golkar Papua Barat berupaya menempatkan partai sebagai kekuatan politik yang adaptif dan kompetitif dalam menghadapi agenda demokrasi mendatang.



