Manokwari, Beritakasuari.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari mematangkan persiapan Ruang Terbuka Publik Borarsi sebagai panggung utama pembukaan Pesparawi Nasional XIV yang akan digelar pada 18–28 Juni 2026. Agenda nasional tersebut diproyeksikan menghadirkan ribuan peserta dari 38 provinsi di seluruh Indonesia, sekaligus menempatkan Manokwari sebagai pusat perhatian publik nasional selama pelaksanaan kegiatan.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan bahwa secara prinsip lokasi utama telah siap digunakan. Pemerintah daerah saat ini berfokus pada penyempurnaan fasilitas pendukung, mulai dari pemasangan videotron, optimalisasi area parkir, hingga kebutuhan teknis seremoni pembukaan dan penutupan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran teknis serta menghadirkan pengalaman acara yang representatif bagi peserta dan tamu undangan.
RTP Borarsi sendiri menjadi titik sentral kegiatan karena kapasitas dan posisinya yang strategis di ibu kota Papua Barat. Selain kesiapan fisik venue, pemerintah daerah juga melakukan pembenahan wajah kota secara menyeluruh. Upaya itu meliputi peningkatan kebersihan lingkungan, pengelolaan persampahan yang lebih sistematis, serta penertiban bangunan yang dinilai mengganggu estetika perkotaan.
Pendekatan ini tidak hanya bertujuan menyukseskan seremoni pembukaan, tetapi juga membangun citra Manokwari sebagai tuan rumah yang tertata, bersih, dan nyaman. Pemerintah berharap momentum Pesparawi mampu menjadi etalase kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event berskala nasional.
Dalam aspek keamanan, koordinasi berada di bawah kewenangan aparat TNI dan Polri. Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh sekaligus mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Sinergi antarlembaga dan keterlibatan publik dinilai krusial demi memastikan rangkaian acara berjalan aman dan kondusif.
Pesparawi Nasional XIV bukan sekadar perhelatan seni rohani, melainkan juga peluang strategis untuk mendorong perputaran ekonomi lokal. Kehadiran kontingen dari berbagai provinsi diperkirakan berdampak pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan usaha mikro di Manokwari. Dengan persiapan yang terstruktur dan kolaboratif, pemerintah daerah optimistis ajang ini akan meninggalkan warisan positif bagi pembangunan dan citra Papua Barat di tingkat nasional.



