26.7 C
Manokwari
Sunday, January 25, 2026

PWI Pusat Anugerahkan Anggota Kehormatan kepada Sultan HB X

Must read

Yogyakarta, Beritakasuari.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat secara resmi menganugerahkan status Anggota Kehormatan PWI kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Penghargaan tersebut menandai sejarah baru karena Sultan HB X tercatat sebagai pemimpin daerah pertama di Yogyakarta yang menerima kartu Anggota Kehormatan dari organisasi wartawan tertua di Indonesia itu.

Prosesi penganugerahan diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang. Acara tersebut berlangsung dalam agenda pelantikan Pengurus PWI Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, pada Kamis (22/1). Momen tersebut menjadi simbol pengakuan PWI terhadap komitmen Sri Sultan dalam menjaga kemerdekaan pers serta membangun hubungan yang konstruktif antara pemerintah dan insan media.

Selain menerima kartu Anggota Kehormatan, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menerima sertifikat resmi serta jas PWI yang dikenakan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir. Pemberian atribut kehormatan ini mencerminkan penghargaan mendalam atas peran strategis Sultan dalam menciptakan iklim pers yang sehat dan bertanggung jawab.

Dalam keterangannya kepada awak media, Sri Sultan menegaskan bahwa pemerintah dan pers memiliki fungsi yang berbeda, namun keduanya saling melengkapi dalam menopang demokrasi dan kepentingan publik. Ia mengibaratkan relasi tersebut sebagai struktur penyangga yang tidak bisa berdiri sendiri. “Pemerintah dan pers itu bagaikan tiang pancang pada sebuah jembatan. Penempatannya berbeda, tetapi sama-sama menjadi soko guru jembatan tersebut,” ujar Sri Sultan. Ia menambahkan, “Bagaimana pemerintah dan pers saling menyangga dengan baik, dengan harapan jembatan itu dilalui publik dan rakyat merasa nyaman serta aman.”

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menjelaskan bahwa Anggota Kehormatan PWI diberikan kepada tokoh nasional yang memiliki kepedulian nyata terhadap kemerdekaan pers serta mampu menjaga hubungan yang harmonis dengan komunitas jurnalis. “Kami dari PWI Pusat memberikan anugerah Anggota Kehormatan PWI kepada Gubernur Yogyakarta,” ujarnya. Menurut Akhmad Munir, kriteria penerima penghargaan ini meliputi komitmen terhadap kebebasan pers, hubungan yang baik dengan insan media, serta kontribusi positif bagi organisasi PWI. Ia menegaskan bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono X merupakan pemimpin daerah pertama di Yogyakarta yang menerima penghargaan tersebut.

Dalam struktur kepengurusan PWI DIY, sejumlah tokoh nasional dan daerah turut dipercaya sebagai penasihat, antara lain GKR Mangkubumi, Prof. Dr. Drs. Edy Suandi Hamid, Drs. A. Hafid Asrom, MM, Prof. Dr. Suyanto, serta Ki Bambang Widodo. Sementara itu, jajaran dewan pakar diisi oleh akademisi dan praktisi seperti Prof. Dr. Muchlas, Prof. Dr. Sujito, SH, MSi, Prof. Pardimin, PhD, Dr. Aciel Suyanto, SH, MH, Dr. Esti Susilarti, M.Par, Dr. TM. Luthfi Yazid, SH, LL.M., dan Ahmad Subagya.

Usai menerima penghargaan, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menanggapi gagasan yang disampaikan Ketua PWI DIY Hudono serta Ketua Umum PWI Pusat terkait wacana menjadikan Yogyakarta sebagai Pusat Pers Pancasila. Menurut Sri Sultan, gagasan tersebut perlu didahului dengan kajian akademik yang komprehensif. Ia menyatakan bahwa apabila hasil kajian tersebut memberikan dasar yang kuat, maka komunikasi dengan DPRD akan dilakukan. “Jika semuanya oke maka gagasan menjadikan Yogya sebagai pusat pers Pancasila juga akan jalan,” ujarnya.

More articles

Latest article