Sorong, Beritakasuari.com – Upaya peningkatan cakupan imunisasi rutin di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong mendapat dorongan besar melalui pelaksanaan Workshop Penguatan Imunisasi Rutin dengan Pendekatan Gender bagi tenaga kesehatan dan para pemangku kepentingan pada 9–10 Desember 2025 di Kota Sorong. Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara UNICEF dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, yang menempatkan isu gender sebagai salah satu faktor penting dalam memperkuat keberhasilan imunisasi pascapandemi COVID-19.
Panitia dari HAKLI Papua Barat menyampaikan bahwa meskipun imunisasi terbukti efektif mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), capaian di Sorong dan sekitarnya masih memerlukan peningkatan signifikan. Hambatan berbasis gender menjadi salah satu tantangan terbesar, termasuk keterbatasan akses perempuan ke layanan kesehatan, norma sosial yang memengaruhi pengambilan keputusan dalam rumah tangga, hingga peran tokoh agama dan orang tua dalam menentukan keputusan imunisasi anak.
Workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam bagi tenaga kesehatan dan stakeholder terkait mengenai bagaimana dinamika gender memengaruhi perilaku kesehatan dan akses masyarakat terhadap layanan imunisasi. Peserta dibekali strategi komunikasi dan pendekatan pelayanan yang lebih inklusif, responsif, serta sensitif terhadap isu gender agar cakupan imunisasi dapat meningkat secara komprehensif.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter Kambu, Sp.OG, membuka kegiatan dengan menyoroti capaian imunisasi dasar lengkap yang masih rendah di wilayah tersebut. Ia menyebut cakupan provinsi berada pada angka 37 persen, dengan Kota Sorong 55 persen dan Kabupaten Sorong 50 persen. Menurutnya, situasi ini harus menjadi perhatian serius karena berbagai PD3I seperti campak, polio, dan difteri dapat muncul kembali bila masyarakat tidak segera meningkatkan kepatuhan imunisasi.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi positif serta perlunya penelitian berbasis bukti untuk mengevaluasi efektivitas program imunisasi. Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk merumuskan solusi bersama dan menetapkan prioritas yang jelas dalam meningkatkan capaian imunisasi.
Perwakilan UNICEF Indonesia, Rustini Floranita, memberikan apresiasi atas kemitraan yang terjalin. Ia menegaskan bahwa setiap anak di Tanah Papua berhak mendapatkan imunisasi lengkap dan berkualitas. Dengan adanya workshop ini, ia berharap tenaga kesehatan semakin siap menyampaikan pesan imunisasi yang inklusif, sensitif gender, dan mudah dipahami masyarakat, serta mampu membangun kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan peserta dari berbagai institusi, termasuk Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit, TP-PKK, Posyandu, Poltekkes Sorong, Stikes Sorong, tokoh agama, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Diharapkan, workshop ini mampu memberikan dampak nyata dalam memperkuat sistem kesehatan di Sorong dan memastikan seluruh anak memperoleh perlindungan maksimal melalui layanan imunisasi yang responsif gender.



