Teluk Bintuni, Beritakasuari.com – Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah sebagai momentum refleksi diri dan penguatan spiritual. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Isra Mikraj yang dirangkaikan dengan hari lahir Yayasan Thoriqul Huda ke-8 di Kampung Banjar Ausoy SP4, Distrik Menimeri, Sabtu malam, 24 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Joko menegaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa sejarah dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad saw, melainkan memiliki pesan mendalam yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. “Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas salat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan para jemaah.
Menurutnya, peningkatan kualitas ibadah merupakan fondasi utama dalam membangun keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Ia berharap setiap jemaah yang hadir dapat memetik pelajaran berharga dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad saw sebagai bekal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. “Berbahagialah atas setiap nikmat yang Allah Swt berikan dan bersabarlah atas cobaan yang datang. Karena di balik setiap nikmat dan ujian, selalu ada hikmah yang Allah siapkan untuk hamba-Nya,” tuturnya.
Joko menilai sikap syukur dan sabar merupakan kunci utama dalam membentuk pribadi yang kuat, baik secara spiritual maupun sosial. Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu ditanamkan secara konsisten dalam lingkungan keluarga dan kehidupan bermasyarakat agar tercipta keharmonisan dan keteladanan yang berkelanjutan.
Kegiatan keagamaan tersebut turut dihadiri anggota DPRK Teluk Bintuni, tokoh agama, serta aparat desa setempat. Antusiasme jemaah tampak tinggi dengan memadati lokasi acara sebagai wujud kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman dan semangat kebersamaan.
Selain itu, Joko juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiah di tengah keberagaman masyarakat Teluk Bintuni. Ia berharap momentum Isra Mikraj dapat mempererat persatuan dan kebersamaan sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah yang religius dan berkarakter. “Semoga Yayasan Thoriqul Huda terus menjadi pusat pendidikan Islam yang menebar manfaat, mencetak generasi qurani, serta menjadi taman ilmu kehidupan bagi masyarakat,” pungkasnya.



