Magelang, Beritakasuari.comIntensitas kegiatan dalam retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, telah menimbulkan dampak yang signifikan bagi pesertanya. Tiga kepala daerah akhirnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar karena kelelahan yang mereka alami.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, dengan tegas menyatakan bahwa jadwal yang padat dalam retret ini tidak akan mengalami perubahan. Menurutnya, para kepala daerah harus mampu menyesuaikan diri dengan ritme kegiatan yang telah direncanakan dengan baik.

“Yang harus beradaptasi adalah mereka yang sedang sakit. Jadwal sudah disusun sedemikian rupa sehingga sangat padat,” ujar Bima di lokasi retret pada hari Minggu. Beliau juga menyarankan agar para kepala daerah yang merasa kurang sehat untuk beristirahat sejenak tanpa perlu memaksakan diri untuk mengikuti sesi pembelajaran.

“Tetapi jika kondisinya tidak memungkinkan, silakan beristirahat di tenda dan atur ritme keseharian anda,” tambahnya. Informasi yang berhasil kami himpun menunjukkan bahwa ketiga kepala daerah tersebut telah mendapatkan penanganan medis. Dua di antaranya bahkan harus menjalani perawatan inap, sementara satu lainnya hanya memerlukan infus sebelum diperbolehkan pulang.

“Dua orang harus dirawat di rumah sakit, sedangkan satu diantaranya hanya memerlukan infus sebelum diperbolehkan pulang,” jelas Bima. Kedua kepala daerah yang masih dirawat dikabarkan mengalami gangguan kesehatan terkait gula darah dan tekanan darah tinggi. Meskipun begitu, kondisi kesehatan mereka saat ini sedang membaik.

“Dokter menyimpulkan bahwa mereka terlalu lelah karena rangkaian acara yang padat, termasuk pelantikan di Istana Kepresidenan,” ungkapnya. Sebagai langkah kebijakan, para kepala daerah yang sedang sakit diberikan dispensasi untuk tidak mengikuti sesi pembelajaran demi pemulihan kesehatan mereka.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi para kepala daerah untuk menjaga kesehatan dan tidak terlalu memaksakan diri dalam menjalani jadwal yang padat. Kesehatan merupakan aset yang paling berharga, dan tanpa kesehatan yang baik, mereka tidak akan dapat melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan dengan baik.

Sebagai peserta retret, mereka harus bisa mengenali batas kemampuan fisik dan mental mereka, serta berani untuk beristirahat ketika tubuh membutuhkannya. Semoga para kepala daerah yang sedang dalam proses pemulihan dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali dengan semangat yang baru untuk melanjutkan tugas-tugas mereka sebagai pemimpin daerah.