26.6 C
Manokwari
Monday, December 1, 2025

SKK Migas Raih Gold Rank ASRRAT 2025 untuk Keberlanjutan

Must read

Nusa Dua, Beritakasuari.com – Laporan Keberlanjutan SKK Migas kembali memperoleh Gold Rank pada Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, sebuah capaian yang mempertegas komitmen organisasi tersebut dalam menjaga isu keberlanjutan di tengah fokus peningkatan produksi dan lifting minyak serta gas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa meskipun industri hulu migas sedang menggenjot produksi, komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dan target net zero emission tetap menjadi bagian penting dari rencana strategis jangka panjang. Ia berharap penghargaan ini mampu mendorong semangat SKK Migas dan Kontraktor KKS untuk terus menghadirkan terobosan baru yang mendukung agenda keberlanjutan di sektor hulu migas.

Sustainability Report sendiri merupakan dokumen yang mencerminkan kinerja dan kebijakan organisasi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Laporan tersebut mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI), sementara ASRRAT merupakan ajang penilaian tahunan yang diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) guna mendorong perusahaan dan lembaga meningkatkan kualitas pelaporan ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola. Tahun ini, sebanyak 82 perusahaan dan organisasi dari Indonesia, Bangladesh, dan Filipina mengikuti proses penilaian yang melibatkan para akademisi bersertifikasi dalam bidang sustainability reporting. SKK Migas sendiri telah meraih Gold Rank sebanyak tujuh kali.

Menurut Djoko, isu keberlanjutan seperti pengurangan emisi memerlukan perjalanan panjang dan langkah-langkah nyata pada tahap awal. Industri hulu migas saat ini terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk menurunkan emisi karbon, termasuk meningkatkan efisiensi energi, menekan emisi metana, meminimalkan flare gas hingga menuju zero flaring, serta mempersiapkan implementasi carbon capture, utilization, and storage (CCUS). Sejumlah proyek CCUS juga telah menunjukkan perkembangan, seperti Ubadari di Tangguh dan inisiatif lanjutan Abadi Masela. Teknologi CCUS sebenarnya bukan hal baru di sektor hulu migas Indonesia, karena telah digunakan dalam EOR CO2 flooding di Sukowati maupun untuk pressure maintenance di Banyu Urip.

Djoko menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon yang sangat besar dan didukung regulasi yang semakin matang, termasuk di industri hulu migas. SKK Migas telah menerbitkan Pedoman Tata Kerja yang memberikan panduan menyeluruh bagi pelaksanaan proyek CCS dan CCUS, mulai dari perencanaan hingga pelaporan, sekaligus memastikan proyek berjalan aman, akuntabel, dan efisien. Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya memaksimalkan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi lebih kuat antarpemangku kepentingan. Menurutnya, dukungan regulatif saja tidak cukup tanpa sinergi nasional untuk mewujudkan proyek CCS dan CCUS yang benar-benar operasional.

Dengan capaian Gold Rank ASRRAT 2025, SKK Migas menegaskan kembali posisinya sebagai lembaga yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi migas, tetapi juga pada keberlanjutan jangka panjang yang sejalan dengan standar global dan komitmen lingkungan Indonesia.

More articles

Latest article