Jakarta, Beritakasuari.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun 2026 di Millennium Hotel Jakarta pada 6–7 Maret 2026. Pertemuan tingkat nasional ini menjadi forum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri media siber di tengah pesatnya transformasi teknologi informasi.
Rapimnas tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat SMSI, para ketua SMSI provinsi dari seluruh Indonesia, serta sejumlah tokoh pers nasional dan pimpinan organisasi media. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya forum ini dalam merumuskan arah pengembangan media siber di Indonesia.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, Drs. KH. M. Ma’shum Hidayatullah, M.Si. Doa tersebut dipanjatkan agar rangkaian kegiatan Rapimnas berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi organisasi maupun bagi perkembangan dunia pers nasional.
Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus dalam sambutannya menegaskan bahwa Rapimnas merupakan momentum strategis bagi organisasi untuk memperkuat soliditas sekaligus merespons dinamika perubahan yang terjadi dalam industri media digital.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menuntut media siber untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang disampaikan.
Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Dewan Pakar SMSI Yuddy Crisnandi yang menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme media siber. Menurutnya, media digital memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi serta memperkuat literasi publik di tengah arus informasi yang semakin masif.
Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan komitmen terhadap etika jurnalistik dan profesionalisme agar media tetap menjadi sumber informasi yang kredibel bagi masyarakat.
Rapimnas SMSI 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat yang hadir sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa media siber memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pers yang sehat, independen, serta bertanggung jawab.
Komarudin juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi SMSI yang selama ini berperan aktif dalam menghimpun media siber di berbagai daerah serta memperkuat ekosistem pers digital di Indonesia.
Ketua Dewan Pers hadir bersama sejumlah anggota Dewan Pers lainnya, antara lain Yogi Hadi Ismanto, Rosarita Niken Widiastuti, dan Dahlan Dahi. Selain itu, forum tersebut juga dihadiri oleh pimpinan organisasi pers konstituen Dewan Pers.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Bambang Santoso selaku Ketua Umum ATVLI, Ahmad Munir sebagai Ketua Umum PWI, Elin Y. Kristanti selaku Direktur Eksekutif AMSI, Sopian sebagai Koordinator PFI Pusat, serta Wilson Lumi yang menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi SPS.
Selain membahas isu penguatan organisasi dan pengembangan industri media digital, Rapimnas SMSI juga menghasilkan pernyataan sikap terkait Perjanjian Perdagangan Resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya yang berkaitan dengan sektor Digital Trade and Technology.
SMSI menilai bahwa perjanjian perdagangan antara kedua negara merupakan bagian dari dinamika geopolitik global yang perlu disikapi secara realistis dan strategis. Dalam konteks hubungan internasional serta penguasaan teknologi digital, pendekatan konfrontatif dinilai tidak menjadi solusi yang efektif untuk menyelesaikan persoalan yang muncul.
Perjanjian dagang yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Februari 2026 di Washington DC dipandang sebagai momentum yang dapat mendorong kesadaran dunia pers nasional untuk semakin memperkuat kemandirian dan kedaulatan digital Indonesia.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, SMSI merumuskan tiga sikap utama yang disampaikan dalam forum Rapimnas. Pertama, organisasi mendesak pemerintah bersama DPR RI untuk menyusun undang-undang atau regulasi yang secara khusus mengatur tentang kedaulatan digital Indonesia.
Kedua, SMSI mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi digital nasional guna memperkuat kemandirian bangsa di bidang teknologi informasi.
Ketiga, organisasi juga mengusulkan agar pemerintah membangun satu platform digital nasional yang dapat mengintegrasikan berbagai layanan media publik sehingga mampu menaungi media nasional serta meningkatkan daya saing pers Indonesia di era digital.
Pernyataan sikap tersebut ditetapkan di Jakarta pada 7 Maret 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Umum SMSI Firdaus bersama Sekretaris Jenderal SMSI Makali Kumar.
Adapun tim perumus pernyataan sikap Rapimnas SMSI terdiri dari Sihono HT sebagai ketua, dengan anggota Erris Julietta Napitupulu, Mahmud Matangara, dan Tarmuji Talmacsi.
Melalui Rapimnas 2026 ini, SMSI berharap dapat memperkuat peran media siber dalam menjaga kualitas demokrasi, meningkatkan literasi informasi masyarakat, serta mendorong terciptanya ekosistem pers digital yang lebih mandiri, profesional, dan berdaya saing.



