“Kami telah membahas pemberian nama bersama pimpinan-pimpinan terkait, Sekda, dan Kepala Dinas Kesehatan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dominggus Mandacan tahun ini, Rumah Sakit Papua Barat harus segera memiliki nama yang layak,” ujar Arnoldus pada hari Senin.

Terkait jabatan direktur RSU Papua Barat, Arnoldus menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan gubernur. Dia menyatakan bahwa pimpinan daerah akan menentukan siapa yang layak untuk menjabat sebagai direktur rumah sakit di bawah kepemimpinan Dominggus Mandacan.

“Semua keputusan tergantung kepada pimpinan, karena merekalah yang akan menilai siapa yang pantas memegang tanggung jawab sebagai direktur Rumah Sakit Papua Barat,” jelas Arnoldus.

Proses penentuan nama rumah sakit merupakan hal yang penting, karena nama tersebut akan menjadi identitas dan citra dari RSU Papua Barat. Nama yang dipilih harus mencerminkan nilai-nilai dan visi misi dari rumah sakit tersebut, serta dapat diterima oleh masyarakat luas.

Selain itu, pemilihan nama juga harus mempertimbangkan aspek historis, budaya, dan lokalitas Papua Barat. Nama yang dipilih harus dapat memberikan kesan yang positif dan membanggakan bagi seluruh warga Papua Barat.

Dalam menentukan nama, pihak terkait harus melibatkan berbagai pihak secara transparan dan partisipatif. Diskusi dan konsultasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat, sangat penting untuk mendapatkan masukan yang komprehensif dan representatif.

Proses penentuan nama rumah sakit juga harus memperhatikan aspek linguistik dan estetika. Nama yang dipilih harus mudah diucapkan, diingat, dan memiliki makna yang mendalam. Selain itu, desain logo rumah sakit juga perlu dipertimbangkan agar mencerminkan identitas dan nilai-nilai yang diusung oleh RSU Papua Barat.

Dengan memiliki nama yang tepat dan representatif, RSU Papua Barat diharapkan dapat lebih dikenal oleh masyarakat dan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang berkualitas. Nama rumah sakit juga dapat menjadi sumber inspirasi dan semangat bagi seluruh tenaga medis dan petugas kesehatan yang bertugas di sana.