Manokwari, Beritakasuari.com – Perkumpulan Perempuan Arfak (PPA) Papua Barat secara resmi membubarkan panitia hari ulang tahun organisasi dan panitia Natal 2025. Prosesi tersebut dirangkai dengan ibadah syukur yang berlangsung di kediaman Ketua PPA Papua Barat, Indrayanti Y Mandacan, pada Kamis (22/1/2026), sebagai bentuk refleksi atas rangkaian agenda besar yang telah dijalankan sepanjang tahun lalu.
Dalam sambutannya, Indrayanti menilai keberhasilan pelaksanaan berbagai kegiatan tidak terlepas dari kerja sama panitia yang mampu mengelola perbedaan pandangan di tengah kesibukan masing-masing anggota. “Dalam setiap kepanitiaan pasti ada perbedaan sudut pandang. Namun di tengah kesibukan masing-masing, panitia mampu bekerja sama hingga seluruh agenda berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa momen pembubaran panitia ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap dinamika internal organisasi, khususnya dalam mengelola program kerja berskala besar dengan sumber daya yang terbatas. Menurut Indrayanti, komitmen dan tanggung jawab panitia menjadi faktor penting yang memungkinkan seluruh rangkaian kegiatan tetap terlaksana dengan baik.
“Tahun 2025 bukan perjalanan yang mudah. Banyak tantangan dan dinamika, tetapi PPA tetap bertumbuh dan memberi dampak, baik bagi anggota maupun bagi daerah ini,” kata Indrayanti. Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi persoalan klasik yang dihadapi organisasi, sehingga rencana untuk mempertemukan seluruh anggota PPA dari tujuh kabupaten di Papua Barat belum dapat diwujudkan. “Kerinduan untuk berkumpul bersama seluruh anggota PPA se-Papua Barat masih terhambat oleh anggaran. Ini menjadi catatan penting bagi kepengurusan ke depan,” ucapnya.
Indrayanti berharap soliditas dan rasa saling mendukung antaranggota dapat terus diperkuat guna meningkatkan kapasitas perempuan Arfak di masa mendatang. Harapan serupa disampaikan Penasehat PPA, Tres Mandacan, yang mengajak seluruh pengurus untuk tetap menjaga kebersamaan dan saling menopang. “Kita telah mengakhiri tahun 2025 dengan berbagai lika-liku. Dengan harapan, di tahun 2026 PPA dapat berjalan lebih baik dan semakin solid,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT dan Natal PPA 2025, Juliana Mandatjan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa seluruh panitia telah menjalankan tugas dengan komitmen, kejujuran, dan rasa tanggung jawab. “Kami menyadari pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari sempurna, namun kami telah berupaya bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Juliana juga menekankan pentingnya setiap kepanitiaan dijadikan sebagai ruang pembelajaran bagi anggota PPA. Menurutnya, organisasi perempuan Arfak harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang tidak hanya terampil dalam mengelola kegiatan, tetapi juga memiliki sikap dan integritas yang kuat. “Organisasi ini harus menjadi tempat kita belajar menjadi pemimpin, bukan hanya dalam kegiatan, tetapi juga dalam sikap dan tanggung jawab,” tutupnya.



