Manokwari, Beritakasuari.com – Kepolisian Resor Kota Manokwari, Papua Barat, terus mengembangkan penyelidikan terkait kasus pembunuhan yang menimpa seorang remaja di kawasan Pantai Petrus Kafiar. Selain menelusuri unsur kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia, penyidik juga tengah mendalami dugaan pelecehan seksual terhadap seorang saksi perempuan yang berada di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumara Samosir menjelaskan bahwa saksi perempuan berinisial SAP (15) mengaku sempat mengalami tindakan tidak pantas dari pelaku sebelum ia melarikan diri dari tempat kejadian. Namun, keterangan tersebut masih didalami lebih lanjut oleh penyidik karena kondisi korban yang masih mengalami trauma.
“Pelaku menendang kursi tempat korban duduk. Saat korban laki-laki bertanya, ‘Kakak, saya salah apa?’, pelaku langsung memukul menggunakan balok kayu. Ketika korban perempuan berteriak meminta pertolongan, pelaku juga memukul dan menendangnya. Korban perempuan juga mengaku sempat mengalami pelecehan, namun hal itu masih kami dalami,” ujar Agung.
Polisi saat ini menunggu kondisi psikologis SAP pulih sepenuhnya sebelum melakukan pemeriksaan lanjutan. Remaja yang masih berstatus pelajar SMA tersebut tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka fisik serta trauma yang dialaminya setelah kejadian tersebut.
Sementara itu, korban laki-laki berinisial FR (18) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil visum dari pihak rumah sakit, kematian korban diduga kuat disebabkan oleh cedera fatal berupa patah pada bagian leher akibat serangan benda tumpul.
“Untuk penyebab kematian, berdasarkan hasil visum dari pihak rumah sakit kemungkinan besar leher korban patah. Rencana autopsi sebenarnya ada, namun keluarga korban tidak berkenan dilakukan autopsi karena menurut mereka penyebab kematian sudah jelas,” ungkap Agung.
Dalam proses penyelidikan, kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa balok kayu yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang kedua korban. Serangan tersebut terjadi secara brutal saat kedua pelajar tersebut sedang duduk di pinggir pantai sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Selain melakukan kekerasan terhadap korban, pelaku juga diduga mengambil sejumlah barang milik korban. Berdasarkan laporan yang diterima polisi, pelaku membawa kabur ponsel dan dompet milik korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Pihak kepolisian menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai dampak buruk dari tindakan kriminal yang dipicu oleh kesempatan dan niat jahat. Karena itu, kepolisian mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Pada prinsipnya pola pikir kriminal itu yang harus kita ubah. Jangan karena melihat kesempatan lalu muncul niat melakukan kejahatan. Mari kita jaga bersama ketertiban dan keamanan karena ketertiban itu juga tercipta dari kita semua sebagai masyarakat,” kata Agung.
Saat ini, tim buser Polresta Manokwari terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Polisi menyatakan telah mengantongi sejumlah identitas yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dan sedang melakukan upaya intensif di lapangan untuk segera mengamankan pelaku.
Penyelidikan masih terus berjalan guna memastikan seluruh rangkaian kejadian dapat terungkap secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya unsur kekerasan seksual dan perampokan dalam peristiwa tragis yang terjadi di Pantai Petrus Kafiar tersebut.



