27 C
Manokwari
Friday, April 4, 2025

Pisombo, Warisan Budaya Buton yang Dilestarikan di Fakfak

Must read

Fakfak, Beritakasuari.com –  Sebanyak 15 remaja perempuan di Kampung Kayu Merah, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjalani ritual adat Pisombo, sebuah tradisi sakral dalam budaya Buton yang menandai transisi dari masa remaja menuju kedewasaan.

Ritual Pisombo merupakan bagian dari Festival Budaya Buton, dengan puncak acara yang akan digelar pada Sabtu, 5 April 2025.

Rangkaian ritual diawali dengan Bakurung, yaitu masa pengasingan di dalam kamar tertutup sejak Selasa (1/4/2025) hingga Sabtu (5/4/2025). Selama periode ini, para gadis mendapatkan pembelajaran mendalam mengenai adat istiadat, nilai kehidupan, serta peran dan tanggung jawab mereka sebagai perempuan Buton.

“Mereka diajarkan tentang kesopanan, ketangguhan, serta nilai-nilai budaya yang harus dijaga sebagai perempuan Buton” ungkap Idul La Muhammad, panitia pelaksana festival.

Puncak ritual ditandai dengan Mandi Toba, prosesi penyucian diri sebelum para gadis diperkenalkan kembali kepada masyarakat melalui acara syukuran dan Pajoge, tarian adat khas Buton. Pada Sabtu (5/4/2025), mereka akan keluar dari kamar sakral dengan mengenakan busana adat Buton lengkap sebagai simbol kedewasaan dan kesiapan mereka mengemban peran baru dalam masyarakat.

Sebagai upaya menjaga kesakralan ritual, terdapat sejumlah aturan ketat yang harus dipatuhi oleh peserta, di antaranya:

      • Tidak diperbolehkan memakai perhiasan emas.
      • Dilarang membawa ponsel atau barang elektronik yang menghubungkan dengan dunia luar.
      • Hanya diperbolehkan membawa benda-benda tertentu, seperti kelapa, piring putih berisi beras, telur, uang pecahan Rp5.000, bedak bura, serta alas tidur yang telah ditentukan oleh pawang Pisombo.
      • Laki-laki dilarang mendekati atau melintas di depan kamar sakral.

Selain sebagai bentuk pelestarian adat, Festival Budaya Buton juga diharapkan dapat memperkaya sektor pariwisata budaya di Fakfak.

“Kami ingin generasi muda tetap mengenal dan bangga dengan budaya mereka. Festival ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Buton kepada masyarakat luas” ujar Idul.

Panitia telah menyiapkan lebih dari 500 undangan untuk tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pejabat pemerintah Kabupaten Fakfak. Masyarakat umum juga diundang untuk menyaksikan langsung perayaan budaya ini di Balai Kampung Kayu Merah.

Ritual Pisombo bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol kedewasaan, tanggung jawab, dan identitas budaya. Melalui festival ini, masyarakat Buton di Fakfak menegaskan komitmen mereka untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai luhur di tengah arus modernisasi.

“Kami berharap tradisi ini terus hidup dan diteruskan oleh generasi berikutnya” pungkas Idul.

 

More articles

Latest article