25.1 C
Manokwari
Wednesday, January 7, 2026

Pencarian Pelajar Tenggelam di Pantai Warbefor Masih Nihil

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Upaya pencarian terhadap seorang pelajar yang dilaporkan tenggelam di Pantai Warbefor, Manokwari, masih terus dilakukan hingga memasuki hari kedua operasi, Selasa (6/1/2026). Tim SAR Gabungan telah mengerahkan seluruh potensi pencarian melalui jalur darat, laut, hingga udara, namun hingga sore hari keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Roby Mandacan (17), seorang pelajar yang dilaporkan tenggelam saat berenang di sekitar Pantai Warbefor pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 14.05 WIT. Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari pada pukul 14.22 WIT dari seorang warga bernama Trisep Kambuaya.

Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan mulai melakukan briefing serta pengecekan kesiapan personel dan peralatan sejak pukul 06.00 WIT. Strategi pencarian dilakukan dengan membagi kekuatan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Dua SRU difokuskan melakukan pencarian laut menggunakan perahu karet dengan metode pengamatan visual di permukaan perairan, sementara satu SRU lainnya menyisir jalur darat di sepanjang garis pantai. Untuk memperluas jangkauan, pemantauan udara turut dilakukan menggunakan drone thermal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin, menjelaskan bahwa seluruh sumber daya SAR telah dimaksimalkan. Namun, faktor cuaca menjadi kendala utama dalam pelaksanaan operasi hari kedua tersebut.

“Pada Operasi SAR hari kedua, Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian melalui laut, darat, maupun udara. Namun, hasil pencarian masih nihil. Operasi terpaksa dihentikan sementara karena kondisi gelombang yang tinggi dan angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan personel,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama di lapangan. Oleh karena itu, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca.

“Kami akan melanjutkan operasi pencarian pada H.3 dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan tetap mengutamakan keselamatan tim di lapangan. Kami juga berharap adanya dukungan doa dari seluruh masyarakat agar korban dapat segera ditemukan,” tambah Yefri.

Operasi pencarian hari kedua secara resmi dihentikan pada pukul 15.00 WIT dengan hasil masih nihil. Apabila korban berhasil ditemukan, rencananya akan segera dievakuasi menuju RSUD Manokwari untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Basarnas Manokwari kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan laut, agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba serta tidak mengabaikan faktor keselamatan dalam setiap kegiatan.

More articles

Latest article