29 C
Manokwari
Wednesday, January 21, 2026

Panitia Ajak Warga Jaga Kedamaian HUT PI di Mansinam

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Ketua Panitia Hari Ulang Tahun ke-171 Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua, Bons S. Rumbruren, mengimbau seluruh masyarakat, khususnya mereka yang telah menerima Injil, untuk bersama-sama menjaga kelancaran dan ketertiban selama rangkaian perayaan berlangsung. Imbauan tersebut disampaikan menjelang puncak perayaan HUT PI yang akan dipusatkan di Kabupaten Manokwari, terutama di Pulau Mansinam sebagai lokasi bersejarah masuknya Injil di Tanah Papua.

Bons yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Klasis GKI Manokwari menegaskan bahwa perayaan ini memiliki makna iman dan sejarah yang mendalam, sehingga seluruh rangkaian kegiatan perlu dijaga agar berlangsung aman, damai, dan khidmat. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat menentukan terciptanya suasana yang mencerminkan nilai-nilai spiritual dan persaudaraan.

Ia secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dengan mengendalikan konsumsi minuman beralkohol yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas. Bons menilai, kesadaran bersama menjadi kunci agar perayaan besar ini tidak ternodai oleh hal-hal yang tidak diharapkan.

“Terutama bagi yang mengonsumsi minuman keras, meskipun Manokwari sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Minuman Beralkohol, kami berharap silakan minum, tetapi jangan sampai mabuk hingga menimbulkan kerusuhan,” ujar Bons.

Lebih lanjut, ia menegaskan larangan membawa minuman beralkohol ke Pulau Mansinam selama pelaksanaan perayaan HUT Pekabaran Injil. Menurutnya, Pulau Mansinam merupakan tempat yang sarat nilai sejarah dan spiritual, sehingga harus dijaga kesakralan dan ketertibannya.

“Silakan minum, tetapi jangan dibawa ke Pulau Mansinam,” tegasnya.

Bons berharap seluruh elemen masyarakat dapat menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab bersama dalam menyukseskan perayaan HUT ke-171 Pekabaran Injil. Dengan suasana yang tertib dan damai, ia meyakini peringatan ini tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga refleksi iman yang memperkuat persatuan, kedamaian, dan persaudaraan di Tanah Papua.

More articles

Latest article