28.4 C
Manokwari
Saturday, April 5, 2025

Panen Raya di Waraitama Jadi Tonggak Perkuat Sektor Pertanian Teluk Bintuni

Must read

Teluk Bintuni, Beritakasuari.comPemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, terus memperkuat sektor ketahanan pangan melalui ekspansi pertanian. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dijalankan adalah pembukaan 100 hektare lahan sawah baru sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara.

Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan panen raya yang berlangsung pada Sabtu, 5 April 2025, di Kampung Waraitama, Distrik Manimeri. Momentum tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan teknis pertanian, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan para petani dalam mendukung kemandirian pangan lokal.

Kegiatan panen turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dandim 1806/Teluk Bintuni Letkol Inf Teguh Eko Efendi, perwakilan Dinas TPH Papua Barat, Agus Warbal, serta Asisten III Setda Teluk Bintuni, Yohanis Manobi, yang hadir mewakili Bupati. Hadir pula unsur TNI, Polri, DPRK, OPD, dan masyarakat petani setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Teluk Bintuni, Abraham A. Inanosa, mengungkapkan bahwa panen kali ini mencakup 15 hektare lahan, termasuk lima hektare hasil kolaborasi dengan Kodam XVIII/Kasuari. Ia menyebutkan bahwa produktivitas pertanian di wilayah ini sangat menjanjikan.

“Petani kita mampu memperoleh pendapatan bersih hingga Rp20,5 juta per musim, jauh melebihi UMP Papua Barat yang berada di angka Rp3,6 juta per bulan. Ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki prospek ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik,” jelas Abraham.

Pengembangan lahan baru akan difokuskan di beberapa distrik, yakni Manimeri, Tuhiba, Tembuni, dan Mayado. Pelaksanaannya mengadopsi metode Swakelola Tipe IV dan diawasi langsung oleh Inspektorat Daerah untuk memastikan akuntabilitas.

Meski demikian, sektor pertanian di Teluk Bintuni masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur irigasi. Bendungan Tuarai, sebagai sumber utama, kerap mengalami gangguan operasional karena belum berada dalam kewenangan Pemkab. Abraham berharap agar pengalihan pengelolaan bendungan segera direalisasikan sesuai regulasi.

Selain irigasi, aspek pemasaran juga menjadi perhatian. Minimnya akses pasar, lemahnya posisi tawar petani, dan terbatasnya jalur distribusi masih menjadi kendala utama. Untuk itu, ia mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama mencari solusi komprehensif.

Menutup pernyataannya, Abraham menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang secara konsisten menempatkan pertanian sebagai sektor prioritas dalam pembangunan daerah.

“Petani adalah tulang punggung bangsa. Kita patut bangga menjadi petani karena ini pekerjaan yang sangat mulia,” pungkasnya.

More articles

Latest article