Sorong , Beritakasuari.com – Otoritas Jasa Keuangan Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat terus memperluas edukasi literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat, pelajar, serta pelaku UMKM. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman terhadap layanan keuangan formal sekaligus mencegah praktik investasi ilegal yang berpotensi merugikan warga. Rangkaian kegiatan ditutup pada 5 Februari 2026 melalui edukasi keuangan di Gereja Katolik Paroki St. Yosef Kabupaten Maybrat. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai legalitas lembaga jasa keuangan serta risiko dan manfaat setiap produk pembiayaan maupun investasi. Perwakilan OJK Papua Barat-Papua Barat Daya, Stella Martje Matitaputty, menegaskan pentingnya masyarakat memeriksa izin lembaga keuangan sebelum menggunakan layanan. Pemerintah daerah Maybrat mengapresiasi program tersebut karena mampu membuka akses masyarakat terhadap pembiayaan formal sehingga tidak lagi bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi. Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, kegiatan serupa dilaksanakan di Balai Seyolo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan dengan fokus peningkatan kapasitas UMKM agar mampu memanfaatkan produk keuangan secara bijak. Pemerintah kampung setempat berharap kegiatan edukasi dapat dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap penipuan investasi. OJK berkomitmen terus memperluas literasi keuangan hingga ke wilayah 3T agar masyarakat semakin terlindungi dan mampu mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan.
OJK Perkuat Literasi Keuangan UMKM dan Pelajar di Maybrat



