Manokwari, Beritakasuari.com – Setelah lama dinantikan, Nintendo akhirnya mengumumkan jadwal rilis konsol terbaru mereka, Nintendo Switch 2, yang dijadwalkan meluncur pada 5 Juni 2025. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para gamer, terutama di kawasan Asia Tenggara. Namun, kabar baik tersebut datang dengan catatan: Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara peluncuran perdana.
Melalui situs resminya, Nintendo menyebutkan bahwa Switch 2 akan hadir di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina pada kuartal ketiga 2025 (Juli–September). Selain konsol, perusahaan asal Jepang ini juga berencana menghadirkan layanan daring seperti Nintendo Switch Online dan Nintendo eShop di keempat negara tersebut.
Sayangnya, Indonesia kembali absen dalam peluncuran resmi konsol generasi terbaru ini. Tidak ada penjelasan dari Nintendo mengenai alasan di balik keputusan ini. Namun, ini bukan kali pertama Indonesia tertinggal dalam distribusi konsol global. Sony sebelumnya juga tidak memasukkan Indonesia dalam rilis resmi PS5 Pro, yang hanya dipasarkan di negara-negara dengan dukungan pita Wi-Fi 6GHz, sementara dukungan Wi-Fi 7 di Indonesia baru tersedia pada Februari 2025.
Nintendo Switch 2 sendiri akan dirilis dalam dua varian, dengan harga dasar USD 449,99 (sekitar Rp7,5 juta), dan bundel dengan Mario Kart World seharga USD 499,99 (sekitar Rp8,3 juta). Jika dibeli terpisah, game Mario Kart World dibanderol seharga USD 79,99 atau sekitar Rp1,3 juta, artinya gamer bisa menghemat sekitar USD 30 jika memilih bundel.
Tak hanya Mario Kart World, Switch 2 akan membawa sejumlah judul eksklusif dan populer seperti:
- Donkey Kong Bananza
- Metroid Prime 4: Beyond
- The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom
- Hades II
- Split Fiction
- Kirby Air Riders
- Elden Ring
- The Duskbloods
Bagi gamer Indonesia, ini menjadi momen deja vu yang menandakan bahwa distribusi resmi konsol terbaru di Tanah Air masih menghadapi tantangan, baik dari sisi infrastruktur maupun strategi pasar global. Untuk saat ini, pembelian unit melalui jalur tidak resmi atau retailer pihak ketiga menjadi satu-satunya opsi bagi mereka yang tidak ingin ketinggalan.