Manokwari, Beritakasuari.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat memberikan perhatian khusus terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang awal tahun 2026. Berdasarkan evaluasi internal, sejumlah insiden yang menonjol ternyata memiliki keterkaitan kuat dengan konsumsi minuman keras serta faktor kelalaian pengendara.
Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahitar, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2026, tercatat lebih dari sepuluh kasus kecelakaan yang dipengaruhi alkohol. Ia menyampaikan, “Dari Januari sampai Maret, ada sekitar sepuluh lebih kejadian kecelakaan yang dipengaruhi alkohol. Berdasarkan data kami, rata-rata didominasi kendaraan roda dua”.
Fenomena ini menunjukkan bahwa penggunaan sepeda motor masih menjadi kelompok paling rentan dalam kecelakaan yang dipicu oleh kondisi pengemudi yang tidak ideal. Selain alkohol, rendahnya tingkat konsentrasi saat berkendara turut menjadi faktor dominan yang memperbesar risiko kecelakaan di jalan raya.
Kondisi tersebut sering kali diperburuk oleh berbagai distraksi, seperti penggunaan telepon genggam saat berkendara serta kondisi fisik yang tidak prima. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan situasi berbahaya yang berpotensi meningkatkan tingkat fatalitas maupun kerugian material.
Memasuki awal April 2026, memang belum ditemukan laporan kecelakaan yang secara langsung dipicu oleh konsumsi alkohol. Namun secara keseluruhan, angka kecelakaan masih berada pada level yang cukup tinggi. Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam 2026, misalnya, tercatat tujuh kejadian kecelakaan hanya dalam waktu satu pekan.
Menurut Kombes Pol Arief, kondisi ini menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Ia menegaskan, “Kami mengimbau pengendara agar selalu dalam kondisi sehat, fokus, dan tidak berkendara dalam kondisi tidak wajar, terutama setelah mengonsumsi alkohol”.
Sebagai langkah konkret, Polda Papua Barat berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) serta meningkatkan intensitas edukasi kepada masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus membangun budaya berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab di wilayah Papua Barat.



