Manokwari, Beritakasuari.com – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Fakfak terus memantapkan langkah dalam menghadapi Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) IV Papua Barat dengan melakukan koordinasi dan konsultasi bersama LP3KD Provinsi Papua Barat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan optimal menjelang pelaksanaan Pesparani IV yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Teluk Bintuni pada 29 Mei hingga 4 Juni 2026.
Sekretaris LP3KD Fakfak, Dominisius Nandus, yang hadir bersama Ketua LP3KD Fakfak Silvester Sia serta Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Grace Renwarin, menyampaikan bahwa koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam menyelaraskan persiapan daerah dengan kebijakan tingkat provinsi. Ia menjelaskan bahwa LP3KD Fakfak telah melaksanakan audisi bagi calon peserta, namun hasilnya belum dapat diumumkan karena masih menunggu petunjuk teknis lomba.
“Koordinasi ini kami lakukan terkait agenda Pesparani IV Papua Barat. Audisi di Fakfak sebenarnya sudah selesai dan hasilnya sudah ada, tetapi belum bisa diumumkan karena juknis lomba belum diterbitkan,” ungkap Nandus saat berada di Manokwari, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan bahwa keberadaan juknis sangat dibutuhkan sebagai pedoman utama dalam mematangkan persiapan tim, mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat. Menurutnya, LP3KD Papua Barat melalui Bidang Diklat menyampaikan bahwa juknis masih menunggu hasil Rapat Kerja Nasional yang direncanakan berlangsung pada Februari mendatang, dengan acuan awal menggunakan Pesparani Nasional Jakarta tahun 2023.
“Kami datang untuk memastikan secara langsung agar persiapan kami lebih terarah dan dapat menyesuaikan sejak awal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nandus menyampaikan bahwa target prestasi tetap menjadi perhatian, namun tidak mengesampingkan tujuan utama pembentukan LP3KD, yakni pembinaan iman umat Katolik. Ia menilai keterlibatan banyak orang dalam Pesparani menjadi indikator keberhasilan pembinaan tersebut. “Semakin banyak umat yang terlibat, maka nilai pembinaan imannya akan semakin terasa. Dalam audisi ini kami juga membuka ruang bagi talenta baru, sementara peserta yang sudah pernah mengikuti Pesparani Nasional tetap kami pertimbangkan secara selektif,” jelasnya.
LP3KD Fakfak berharap persiapan Pesparani IV Papua Barat dapat berlangsung lebih baik dan terencana, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi penguatan iman umat Katolik, khususnya di wilayah Papua Barat.
Kehadiran rombongan LP3KD Fakfak mendapat sambutan positif dari Sekretaris LP3KD Papua Barat, Hugo Rizal. Ia menilai langkah koordinasi tersebut mencerminkan dinamika organisasi yang sehat dan aktif. “Kedatangan dan koordinasi LP3KD Fakfak ini sangat baik karena menunjukkan bahwa organisasi berjalan dan hidup. Kami berharap kabupaten lain di Papua Barat juga melakukan hal yang sama untuk mempersiapkan Pesparani IV Papua Barat,” ujarnya.
Hugo menambahkan bahwa petunjuk teknis lomba akan disampaikan setelah pelaksanaan Rapat Kerja Nasional pada Februari mendatang, sehingga seluruh daerah memiliki acuan yang sama dalam mempersiapkan kontingen masing-masing.



