Teluk Bintuni, Beritakasuari.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, menyelenggarakan Konferensi III sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi untuk memilih kepemimpinan baru dalam periode tiga tahun mendatang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen terhadap profesionalisme dan integritas insan pers di daerah.
Ketua panitia, Maryam Suneth, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian konferensi dapat berjalan dengan tertib dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
“Kiranya konferensi ini dapat berjalan aman, tertib dan lancar, serta menghasilkan ketua dan pengurus baru yang mampu membawa PWI ke arah yang lebih baik,” ujarnya saat pembukaan di Aula Kartini, Distrik Bintuni, Kamis (9/4/2026).
Mengusung semangat membangun pers yang sehat dan wartawan yang berdaulat, konferensi ini diharapkan mampu memperkuat posisi PWI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan.
Ketua PWI Papua Barat, Bustam, menekankan bahwa proses demokrasi dalam organisasi harus dimaknai sebagai bentuk kedewasaan dan tanggung jawab moral insan pers. Ia mengingatkan bahwa pemilihan kepemimpinan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk menentukan arah masa depan organisasi.
“Demokrasi dalam organisasi adalah cermin kebesaran jiwa kita sebagai insan pers. Pemilihan ini bukan sekadar perebutan jabatan, tetapi momentum memilih pemimpin yang mampu membawa PWI lebih maju, solid, dan bermartabat,” katanya.
Bustam juga menegaskan bahwa PWI merupakan rumah bersama bagi seluruh wartawan, dengan penekanan utama pada kualitas dan kompetensi anggota. Ia mengingatkan bahwa standar profesional harus dijaga melalui mekanisme yang ketat, termasuk uji kompetensi.
“Kami tidak mengejar kuantitas, tetapi kualitas. Untuk menjadi anggota PWI harus melalui proses, termasuk uji kompetensi sebagai standar profesional,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, mengingatkan pentingnya menjaga independensi dalam menjalankan profesi jurnalistik. Ia menilai bahwa wartawan harus mampu berdiri di atas semua kepentingan demi menjaga marwah demokrasi.
“Jangan seperti benalu yang hanya bergantung pada satu pohon. Kalau pohonnya mati, kita juga ikut mati. Wartawan harus independen dan bisa berkolaborasi dengan semua pihak,” tuturnya.
Selain independensi, aspek etika jurnalistik juga menjadi perhatian utama. Wartawan diharapkan memiliki kemampuan menyaring informasi agar pemberitaan yang disampaikan tetap berimbang dan tidak merugikan pihak lain tanpa dasar yang jelas.
“Kita ini manusia yang paling sempurna, tentu harus punya filter. Jangan mudah menjatuhkan orang lain lewat berita. Bisa jadi kita justru lebih buruk dari orang yang kita bicarakan,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menyatakan komitmennya untuk terus mendukung keberadaan organisasi pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Sinergi yang harmonis antara pemerintah dan wartawan dinilai penting untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan konstruktif.
Dengan terselenggaranya konferensi ini, seluruh anggota PWI diharapkan dapat kembali bersatu setelah proses pemilihan selesai, serta bersama-sama membangun organisasi yang lebih solid dan profesional.
“Siapa pun yang terpilih nanti, itulah ketua kita. Semua harus kembali bersatu, satu barisan, satu tujuan untuk membangun pers yang lebih baik di Teluk Bintuni,” pungkasnya.



