27.7 C
Manokwari
Thursday, April 3, 2025

Kelangkaan Minyakita di Pusat Perbelanjaan Jayapura

Must read

Jayapura, Beritakasuari.com Beberapa pusat perbelanjaan terkemuka di Kota Jayapura, Papua, seperti Mega Waena, Saga Abepura, Mega Abepura, dan Topaz Waena, tidak lagi menyajikan minyakita dalam deretan produk minyak goreng yang dijual. Pemantauan terbaru menunjukkan bahwa selama beberapa hari terakhir, minyakita tidak tersedia di beberapa toko tersebut, meskipun berbagai merek minyak goreng lainnya, seperti Sabrina, Bimoli, Kunci Mas, Sania, Sovia, Fortune, Filma, Sunco, dan Mitra, tetap dipajang.

Sementara itu, di pasar-pasar tradisional seperti Youtefa dan Hamadi, minyakita masih dapat ditemukan meskipun dengan jumlah yang terbatas dan hanya tersedia di sebagian kecil kios. Harga minyakita di pasar-pasar ini bervariasi, dengan satu liter dijual seharga Rp18.000 hingga Rp20.000, dua liter seharga Rp35.000, dan lima liter mencapai Rp95.000. Di toko-toko modern, minyakita dihargai sekitar Rp18.000 per liter.

Salah seorang konsumen di Mega Waena, Riana (56 tahun), mengungkapkan kesulitannya dalam mendapatkan minyakita. Ia menyatakan, sejak beberapa hari lalu, stok minyakita tidak ada di beberapa toko besar dan ia terpaksa membeli minyak goreng merek lain. “Saya cek di Mega dan Topaz, tidak ada minyakita. Petugas pun hanya bilang stok habis dan akan tersedia lagi beberapa minggu ke depan,” ujarnya saat ditemui di Jayapura pada Jumat (14/03/2025).

Andi (54 tahun), seorang pedagang di Pasar Hamadi, juga mengaku bahwa meskipun ia masih menjual minyakita, jumlah yang tersedia sangat terbatas, hanya sekitar tiga kemasan dengan ukuran satu dan dua liter. Harga yang ditawarkan adalah Rp20.000 per liter untuk ukuran satu liter dan Rp35.000 untuk ukuran dua liter. “Kami jual minyakita, tapi stoknya terbatas dan saya belum tahu apakah ukurannya tepat satu liter atau tidak,” jelasnya.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, dalam wawancara pada Jumat (14/03/2025), mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi kebijakan terkait tata kelola minyak goreng rakyat (MGR) atau Minyakita setelah Lebaran 2025. “Kami ingin mengetahui penyebab kekosongan ini, dan akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah Lebaran,” ujarnya di Jakarta.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendesak penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kecurangan distribusi minyakita. Ia menekankan pentingnya hukuman berat bagi pelaku kecurangan takaran produk dan pemalsuan pangan agar memberi efek jera dan mencegah praktik serupa di masa depan.

Kondisi kelangkaan ini menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah untuk memastikan pasokan minyak goreng yang terjangkau dan merata bagi masyarakat.

 

More articles

Latest article