Jayapura, Beritakasuari.com – Dinas Kesehatan Kota Jayapura mencatatkan total 2.495 kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) dalam periode 2022-2024. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari, menyatakan bahwa penyebab utama peningkatan kasus IMS adalah kebiasaan berhubungan intim tanpa pengaman yang terus berlangsung.
Antari merinci, pada tahun 2022 tercatat 574 kasus, tahun 2023 turun menjadi 346 kasus, namun melonjak tajam pada tahun 2024 dengan 1.575 kasus. Ia menekankan pentingnya sosialisasi lebih intensif mengenai bahaya IMS, mengingat lonjakan signifikan di tahun 2024.
“Peningkatan yang drastis pada 2024 menunjukkan perlunya lebih banyak upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya IMS,” ujar Antari. Dinas Kesehatan Kota Jayapura berharap partisipasi aktif masyarakat dalam sosialisasi untuk mendukung upaya penanggulangan IMS ini.
Terkait capaian IMS, pada 2022 tercatat 6.739, 2023 1.288, dan 2024 3.605 kasus, dengan total kasus selama 2022-2024 mencapai 11.632. Capaian IMS ini menggambarkan keberhasilan dalam pencegahan, pengendalian, dan penanganan IMS, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Antari juga mengingatkan masyarakat, khususnya anak muda usia produktif yang terlibat aktif dalam hubungan seksual, untuk selalu menggunakan pengaman. Ia menekankan, hubungan intim tanpa pengaman berisiko tinggi, terutama bagi mereka yang berganti pasangan.
Kepala Puskesmas Elly Uyo Polimak, Welem Eppang, berharap angka IMS di wilayah kerjanya menurun pada tahun ini. Ia menambahkan, meskipun penurunan jumlah kasus IMS dapat menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat, namun masih ada kemungkinan sebagian orang yang terinfeksi belum memeriksakan diri.
“Kesadaran untuk memeriksa diri sangat penting, karena sebagian besar kasus IMS mungkin belum terdeteksi,” ungkap Eppang.