25.9 C
Manokwari
Monday, February 2, 2026

Kadiv Humas Polri Perkuat Sinergi dengan Media di Retret Kebangsaan

Must read

Bogor, Beritakasuari.com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir bersilaturahmi sekaligus berdialog dengan para pimpinan media massa dalam kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Pusat Pendidikan Bela Negara Kemhan RI, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum perkenalan resmi Irjen Pol Johnny Edison Isir kepada insan pers setelah dilantik sebagai Kadiv Humas Polri. Dalam suasana yang hangat dan penuh keterbukaan, peraih Adhimakayasa Akpol 1996 itu menyapa langsung para wartawan sekaligus membuka ruang diskusi mengenai posisi strategis media dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam dialog yang berlangsung akrab, Kadiv Humas Polri menyampaikan apresiasi atas peran jurnalistik yang selama ini dijalankan media massa dalam membangun narasi publik yang berimbang serta memberikan edukasi kepada masyarakat melalui karya jurnalistik yang konstruktif dan bertanggung jawab. Menurutnya, kontribusi tersebut memiliki nilai penting dalam menjaga kohesi sosial dan memperkuat demokrasi.

“Ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Irjen Pol Johnny Edison Isir.

Ia juga menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi yang berlandaskan hukum. Kebebasan tersebut, kata dia, bukan hanya hak, tetapi juga amanat konstitusi yang wajib dijaga secara kolektif oleh seluruh elemen bangsa.

“Dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum, pers merupakan salah satu pilar utama. Kebebasan pers adalah amanat konstitusi yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Meski demikian, Kadiv Humas Polri mengingatkan bahwa kebebasan pers perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap hukum dan etika jurnalistik. Ia menilai keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab menjadi kunci terciptanya ruang publik yang sehat dan kredibel.

“Namun kebebasan pers juga harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hukum dan etika jurnalistik,” pungkasnya.

Melalui silaturahmi dan diskusi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Polri dan insan pers dalam menjaga kualitas informasi publik, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mendukung keberlanjutan demokrasi di Indonesia.

More articles

Latest article