Frigard dengan sedih mengatakan bahwa jenazah Lilie sudah dapat diturunkan ke base camp pendakian. “Saya akan menjemputnya. Informasi yang saya terima menyebutkan bahwa jenazahnya sudah bisa turun ke basecamp, mungkin sore ini,” ujarnya dengan suara sedih ketika kami bertemu di kediamannya di Bandung, pada hari Minggu (2/3).
Jika informasi tersebut benar, Frigard mengungkapkan bahwa malam nanti jenazah Lilie akan dibawa ke Timika menggunakan helikopter, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemulasaraan.
Setelah itu, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta pada pagi hari Senin. “Malam ini, jenazah akan dibawa ke Timika dengan helikopter, kemudian dibawa ke rumah sakit di sana untuk proses pemulasaraan, dan selanjutnya akan langsung disiapkan untuk penerbangan besok pagi,” jelasnya.
Frigard juga mengungkapkan bahwa meskipun sangat sedih dengan kepergian istrinya, ia menerima takdir dengan ikhlas. Ia juga telah memberitahu kedua putranya yang saat ini berada di luar negeri tentang kepergian Lilie. “Kami hanya bisa berdoa, itulah yang bisa kami lakukan dalam situasi seperti ini,” ungkapnya dengan suara tegas.
Lilie merupakan salah satu dari dua pendaki perempuan yang meninggal saat mendaki Carstensz Pyramid, di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ia meninggal dunia pada hari Sabtu (1/3) akibat hipotermia yang diduga disebabkan oleh badai yang melanda gunung tertinggi di Indonesia tersebut.
Dalam situasi yang sulit ini, Frigard tetap tenang dan profesional dalam menghadapi semua proses pemulangan jenazah istrinya. Ia bersiap untuk menjemput Lilie dan membawanya pulang ke Jakarta dengan penghormatan yang layak.