Sorong, Beritakasuari.com – Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Elisa Kambu, secara resmi membuka Liga 4 PSSI Regional PBD di Stadion Bewela, Kota Sorong, pada Kamis (3/4/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia mengumumkan hadiah bagi pemenang, dengan total nilai Rp75 juta yang berasal dari dana pribadinya.
“Juara pertama akan menerima hadiah Rp50 juta, sementara juara kedua mendapatkan Rp25 juta. Ini sebagai bentuk apresiasi pribadi saya terhadap semangat dan perjuangan para pemain,” ujar Elisa.
Sebagai tanda dimulainya kompetisi, Elisa melakukan tendangan bola pertama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PSSI Papua Barat Daya serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan turnamen ini.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi di lapangan, tetapi juga merupakan bagian dari pembinaan atlet muda serta sarana untuk mempererat persatuan dan sportivitas di antara kita semua,” katanya.
Sebagai provinsi baru, Papua Barat Daya memiliki banyak potensi di berbagai sektor, termasuk sepak bola. Elisa menegaskan bahwa kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita memiliki bakat-bakat luar biasa yang berpeluang besar untuk berprestasi di kancah nasional bahkan internasional. Saya berharap dari turnamen ini akan lahir pemain-pemain berbakat yang nantinya membawa nama Papua Barat Daya semakin dikenal dalam dunia sepak bola,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh pemain agar menjunjung tinggi sportivitas, bermain dengan semangat juang, serta tetap menghormati sesama pemain, wasit, dan para pendukung.
“Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menunjukkan sikap profesional, belajar dari pengalaman, dan terus berkembang,” tegasnya.
Ketua panitia pelaksana, Victor Solossa, menjelaskan bahwa Liga 4 PSSI Regional PBD diikuti oleh enam tim yang telah memenuhi syarat administrasi dari PSSI. Kompetisi ini akan berlangsung mulai 3 hingga 16 April 2025.
“Pemenang dari Liga 4 Zona Papua Barat Daya ini nantinya akan mewakili provinsi ke tingkat nasional,” jelasnya.
Turnamen ini menjadi langkah awal bagi Papua Barat Daya dalam memperkuat ekosistem sepak bola dan mencetak generasi atlet profesional di masa depan.