25.1 C
Manokwari
Wednesday, January 7, 2026

Ekspor Papua Barat Naik Tajam, Papua Barat Daya Turun

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Kinerja perdagangan luar negeri di dua provinsi wilayah Tanah Papua menunjukkan dinamika yang berbeda pada November 2025. Papua Barat berhasil mencatatkan pertumbuhan ekspor yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, sementara Papua Barat Daya justru mengalami penurunan nilai pengiriman barang ke pasar internasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai ekspor Papua Barat pada November 2025 mengalami lonjakan sebesar 32,46 persen dibandingkan Oktober 2025. Dalam laporan resminya yang dirilis Selasa (6/1/2026), BPS menyebutkan, “Ekspor Papua Barat pada November 2025 naik 32,46 persen dibanding Oktober 2025, yaitu dari US$272,14 juta.”

Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh dominasi komoditas bahan bakar mineral yang masih menjadi tulang punggung ekspor Papua Barat. Hampir seluruh nilai perdagangan luar negeri provinsi ini berasal dari sektor tersebut. BPS mencatat, “Bahan bakar mineral (HS27) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat pada November 2025, yaitu sebesar US$270,92 juta atau 99,55 persen dari total ekspor Papua Barat.”

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama dengan kontribusi lebih dari setengah total ekspor Papua Barat, yakni mencapai 56,04 persen. Seluruh aktivitas ekspor tersebut tercatat dilakukan melalui tiga pelabuhan laut yang beroperasi di wilayah Papua Barat. Dengan capaian tersebut, kinerja perdagangan Papua Barat ditutup dengan kondisi neraca yang positif. “Neraca perdagangan Papua Barat pada November 2025 mengalami surplus sebesar US$272,14 juta,” tulis BPS.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Papua Barat Daya. Provinsi baru tersebut mencatatkan penurunan kinerja ekspor yang cukup dalam pada periode yang sama. Nilai ekspor Papua Barat Daya pada November 2025 turun 23,83 persen dibandingkan Oktober 2025, dari sebelumnya sebesar US$0,96 juta. “Ekspor Papua Barat Daya pada November 2025 turun 23,83 persen dibanding Oktober 2025, yaitu dari US$0,96 juta,” papar BPS.

Berbeda dengan Papua Barat yang ditopang sektor energi, ekspor Papua Barat Daya sepenuhnya bergantung pada sektor perikanan. Komoditas ikan dan udang menjadi satu-satunya kelompok barang yang dikirim ke luar negeri. BPS menjelaskan, “Ikan dan udang (HS03) merupakan satu-satunya golongan barang yang diekspor di Papua Barat Daya pada November 2025, yaitu sebesar US$0,96 juta atau 100,00 persen dari total ekspor Papua Barat Daya.”

Tiongkok juga menjadi tujuan utama ekspor Papua Barat Daya. Meskipun nilai ekspor mengalami penurunan, neraca perdagangan provinsi ini tetap mencatatkan surplus karena tidak adanya aktivitas impor selama periode laporan. “Pada November 2025 tidak ada dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk,” tutup BPS dalam laporannya.

More articles

Latest article