25.7 C
Manokwari
Tuesday, January 6, 2026

Di Tengah Tekanan Global, Pasar Modal RI Tetap Kuat

Must read

Jakarta, Beritakasuari.com – Otoritas Jasa Keuangan mencatat Pasar Modal Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang tahun 2025 meskipun berada di tengah tekanan global berupa ketidakpastian kebijakan moneter, meningkatnya tensi geopolitik, serta fluktuasi sentimen perdagangan internasional pada awal tahun. Di tengah dinamika tersebut, pasar modal nasional justru mampu mempertahankan kinerja positif dan berdaya saing.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa ketangguhan tersebut tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan, pertumbuhan kapitalisasi pasar, meningkatnya aktivitas transaksi dan penghimpunan dana, serta lonjakan jumlah investor domestik, khususnya dari kalangan generasi muda. Hal ini disampaikannya dalam sambutan Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Inarno menegaskan bahwa capaian positif pasar modal nasional tidak terlepas dari sinergi yang erat antara OJK, Self-Regulatory Organization, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, berbagai tantangan global justru menjadi ujian yang memperkuat resiliensi Pasar Modal Indonesia dalam jangka panjang.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, memaparkan kinerja pasar modal hingga 19 Desember 2025. Ia menyebutkan bahwa IHSG tumbuh 22,10 persen secara year to date dan ditutup pada level 8.644,26. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp15.810 triliun atau meningkat 28,16 persen secara ytd, melampaui target yang ditetapkan dalam Roadmap Pasar Modal serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, dengan rasio kapitalisasi pasar terhadap Produk Domestik Bruto 2024 sebesar 71,41 persen.

Kinerja positif juga terlihat di pasar obligasi, di mana Indonesia Composite Bond Index menguat 12,10 persen secara ytd ke level 440,19. Sementara itu, industri pengelolaan investasi membukukan dana kelolaan sebesar Rp1.039 triliun atau tumbuh 24,16 persen sepanjang 2025. Dari sisi pendanaan, pasar modal berhasil menghimpun dana sebesar Rp268,14 triliun melalui 210 penawaran umum, termasuk 18 emiten saham baru dan dua emiten efek beragun syariah.

Perkembangan positif turut ditunjukkan oleh perdagangan karbon. Hingga 29 Desember 2025, volume transaksi akumulatif tercatat mencapai 1,6 juta ton setara COâ‚‚ dengan nilai Rp80,75 miliar dan melibatkan 150 perusahaan. Dari sisi basis investor, jumlah Single Investor Identification bertambah 5,34 juta sepanjang 2025 sehingga total mencapai 20,2 juta SID. Sebanyak 79 persen investor berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun, menandakan semakin kuatnya partisipasi investor domestik dan peningkatan inklusi keuangan.

Untuk menjaga integritas pasar, OJK sepanjang 2025 melakukan ratusan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran di sektor pasar modal dan menjatuhkan berbagai sanksi administratif dengan total nilai denda mencapai Rp123,3 miliar. Memasuki tahun 2026, OJK telah menetapkan empat agenda strategis utama, yakni pendalaman pasar, peningkatan integritas, penguatan kelembagaan pelaku industri, serta pengembangan keuangan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkesinambungan.

More articles

Latest article