Manokwari, Beritakasuari.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari menunjukkan respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda kawasan Kali Wosi dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Bupati Hermus Indou bersama Wakil Bupati H. Mugiyono, sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan darurat berjalan efektif di lapangan.
Peninjauan ini melibatkan berbagai instansi teknis, termasuk Balai Wilayah Sungai Papua Barat, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan pendekatan terpadu dalam menghadapi dampak banjir yang dipicu oleh curah hujan tinggi sejak sehari sebelumnya, yang menyebabkan meluapnya aliran sungai hingga merendam permukiman warga.
Dalam keterangannya, pemerintah daerah menegaskan bahwa langkah yang diambil tidak hanya berfokus pada kondisi darurat, tetapi juga diarahkan pada solusi berkelanjutan. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah normalisasi Kali Wosi guna meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi potensi luapan di masa mendatang.
“Kami akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Papua Barat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk segera melakukan normalisasi Kali Wosi. Ini penting agar aliran air lebih lancar dan tidak meluap ke permukiman,” ujar Hermus di sela kegiatan tersebut.
Selain penanganan infrastruktur, perhatian juga diberikan pada sektor pendidikan yang terdampak banjir. Pemerintah daerah memastikan akan mengganti berbagai fasilitas pendidikan yang rusak, termasuk perlengkapan belajar yang terdampak genangan air, agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.
“Pemerintah daerah akan mengganti sarana pendidikan yang rusak, termasuk alat peraga dan buku pelajaran yang terendam, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama,” katanya.
Di sisi lain, distribusi bantuan logistik mulai dilakukan kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
“Keselamatan jiwa adalah yang utama. Kami mengimbau warga tetap waspada dan segera mengamankan dokumen penting jika debit air kembali meningkat,” ujar Hermus.
Langkah cepat yang diambil ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa depan.



