27.1 C
Manokwari
Monday, January 5, 2026

Bupati Manokwari Lolos Final Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Must read

Jakarta, Beritakasuari.com – Bupati Manokwari Hermus Indou mencatatkan prestasi membanggakan setelah dinyatakan lolos ke tahap final Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat 2026. Ia menjadi satu dari sepuluh kepala daerah terpilih yang berhak melaju ke babak presentasi nasional dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang akan digelar di Banten. Capaian ini sekaligus menempatkan Papua Barat dalam panggung strategis apresiasi kebudayaan tingkat nasional.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan menyeluruh. Dewan juri menilai proposal yang diajukan para kepala daerah berdasarkan kelengkapan dokumen, mulai dari naskah kebijakan, peraturan daerah, program pokok kebudayaan daerah, hingga bukti pendukung berupa video, foto dokumentasi, dan publikasi media. “Kesepuluh kepala daerah tersebut dipilih oleh Dewan Juri, setelah menilai berkas proposal, dengan lampirannya yang banyak. Berupa video, PPKD, perda, link berita, foto-foto dokumentasi, dan lain-lain,” ujar Yusuf dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa volume berkas yang dinilai mencapai ratusan halaman sehingga verifikasi tidak hanya berhenti pada dokumen administratif. Untuk memastikan keabsahan dan konsistensi program kebudayaan yang dipaparkan, para finalis diundang langsung ke Jakarta untuk mempresentasikan proposalnya di hadapan dewan juri. “Dan untuk mendalami lebih lanjut kebenaran proposal dan lampirannya itu, masing-masing bupati atau wali kota diundang presentasi secara langsung di PWI Pusat,” katanya.

Dalam daftar finalis, Hermus Indou menjadi satu-satunya perwakilan dari Tanah Papua yang bersaing dengan sembilan kepala daerah lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia. Agenda presentasi dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Januari 2026. Pada tahap ini, dewan juri akan menggali lebih dalam substansi program sesuai topik kebudayaan yang diajukan. Yusuf menegaskan bahwa aspek penilaian mencakup penguasaan materi, teknik serta gaya penyampaian, hingga efektivitas alat peraga yang digunakan. “Dalam presentasi itu nanti, Dewan Juri akan mendalami sesuai topik yang diajukan. Aspek penilaiannya meliputi penguasaan materi, gaya dan teknik presentasi, dan sarana atau peraga pendukung,” tuturnya.

PWI Pusat juga menetapkan aturan ketat dalam babak final, di mana setiap kepala daerah diwajibkan tampil mandiri tanpa bantuan lisan dari staf atau rombongan. Kehadiran pendamping hanya diperkenankan sebagai saksi. “Akan tetapi mereka tidak boleh membantu bicara. Hanya sebagai saksi,” tambah Yusuf. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mengukur kapasitas personal kepala daerah dalam memahami, mengelola, dan mengomunikasikan kebijakan kebudayaan di wilayahnya.

Selain kategori kepala daerah, Anugerah Kebudayaan PWI 2026 juga memberikan penghargaan kepada wartawan senior yang konsisten berkiprah dalam pengembangan komunitas budaya. Seluruh pemenang akan diumumkan secara resmi pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Februari 2026.

Adapun sepuluh kepala daerah yang lolos ke babak final AK PWI 2026 terdiri dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Wali Kota Mataram Mohan Roliskan, Bupati Lampung Utara Harmartoni Ahadis, Bupati Temanggung Agus Setiawan, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Blora Arief Rohman, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, Bupati Manokwari Hermus Indou, serta Bupati Padang Pariaman John Kenedy.

More articles

Latest article