Manokwari, Beritakasuari.com – Untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai terpenuhi selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia melalui kantor perwakilan di Papua Barat bekerja sama dengan sejumlah bank menyediakan berbagai layanan penukaran uang bagi masyarakat.
Pada periode Ramadan tahun ini, kebutuhan uang tunai di wilayah Papua Barat diperkirakan mencapai sekitar Rp271 miliar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar delapan persen dibandingkan realisasi kebutuhan uang tunai pada 2025 yang tercatat sebesar Rp221 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, menegaskan bahwa Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga ketersediaan uang Rupiah yang cukup serta berkualitas selama periode Ramadan dan Idulfitri.
“Bank Indonesia bersama perbankan akan terus memastikan distribusi uang Rupiah berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Setian dalam keterangan yang disampaikan di kantor Bank Indonesia Papua Barat.
Selain memastikan ketersediaan uang tunai, Bank Indonesia juga memperkenalkan inovasi dalam layanan penukaran uang dengan memanfaatkan platform digital. Melalui situs PINTAR BI, masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran uang secara daring sebelum datang ke lokasi layanan.
Penggunaan sistem pemesanan online ini diharapkan mampu mengurangi antrean panjang di lokasi penukaran. Selain itu, metode tersebut juga memungkinkan distribusi uang menjadi lebih merata sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan bagi masyarakat.
“Dengan mekanisme ini, antrean fisik dan kepadatan di lokasi penukaran dapat berkurang, distribusi uang menjadi lebih merata dan adil, serta efisiensi dan kecepatan layanan meningkat berkat aksesibilitas yang lebih luas bagi masyarakat,” tambah Setian.
Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia Papua Barat menyediakan tiga skema layanan penukaran uang yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Skema pertama adalah layanan kas keliling yang dilaksanakan baik secara retail maupun wholesale. Program ini dijadwalkan berlangsung sebanyak 12 kali di berbagai lokasi seperti tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta pusat keramaian. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026.
Skema kedua adalah layanan penukaran terpadu yang melibatkan enam bank umum di wilayah Manokwari. Layanan ini digelar di Manokwari City Mall pada 11 Maret 2026 dengan kuota penukaran bagi sekitar 1.000 masyarakat.
Sementara itu, skema ketiga berupa layanan penukaran melalui loket perbankan. Program ini melibatkan sembilan bank yang menyediakan total 12 titik layanan. Sebanyak 11 loket berada di Kabupaten Manokwari dan satu titik lainnya tersedia di Teluk Bintuni. Layanan tersebut dibuka pada hari kerja selama periode 23 Februari hingga 13 Maret 2026.
Bank Indonesia mengimbau masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang melalui berbagai skema tersebut untuk terlebih dahulu melakukan pemesanan melalui situs PINTAR. Informasi terkait jadwal serta lokasi penukaran juga dapat diperoleh melalui kanal media sosial resmi Bank Indonesia Papua Barat.
Program layanan penukaran uang ini merupakan bagian dari kegiatan tahunan SERAMBI 2026 yang mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah.” Program ini dirancang untuk memastikan pengelolaan uang Rupiah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional berjalan optimal.
Pelaksanaan SERAMBI 2026 mengacu pada tiga kerangka utama pengelolaan uang Rupiah. Pertama adalah memastikan ketersediaan uang yang cukup serta berkualitas. Kedua adalah memperkuat sistem distribusi uang melalui layanan kas yang efisien. Ketiga adalah memastikan kesiapan infrastruktur pendukung agar proses distribusi uang dapat berlangsung secara andal.
Melalui program ini, Bank Indonesia juga terus mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan mengedukasi masyarakat agar merawat uang Rupiah dengan baik, menggunakan Rupiah sebagai alat transaksi utama, serta memahami peran penting mata uang nasional dalam perekonomian.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan metode pembayaran non-tunai selama Ramadan dan Idulfitri. Salah satu instrumen yang terus didorong penggunaannya adalah QRIS yang memungkinkan transaksi ritel dilakukan secara cepat dan praktis.
Bank Indonesia juga meminta para penyedia jasa pembayaran untuk memastikan kesiapan infrastruktur sistem pembayaran digital. Langkah ini penting untuk mengantisipasi lonjakan volume transaksi yang biasanya terjadi selama Ramadan hingga Idulfitri.
Dengan kombinasi antara ketersediaan uang tunai yang memadai dan dukungan sistem pembayaran digital yang semakin luas, Bank Indonesia berharap aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri dapat berlangsung lancar, aman, dan efisien.



