Manokwari, Beritakasuari.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat secara resmi menggelar Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2025 serta Pasar Murah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar serta menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan perbankan di Manokwari serta anggota TPID Papua Barat.
Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Sonaji, mengungkapkan bahwa pada periode Ramadan dan Idulfitri 2025, BI telah menyiapkan uang layak edar (ULE) dalam jumlah yang cukup, yakni Rp461 miliar. Angka ini setara dengan 154% dari total kebutuhan uang yang diproyeksikan sebesar Rp299 miliar.
Selain penggunaan uang tunai, BI juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi digital dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Berbagai metode transaksi digital, seperti QRIS, mobile banking, internet banking, dan BI-FAST, dapat digunakan untuk mendukung kelancaran pembayaran selama Ramadan dan Idulfitri.
Tiga Pilar Utama SERAMBI 2025
Pelaksanaan SERAMBI 2025 akan berlangsung hingga 27 Maret 2025 dengan mengusung tiga pilar utama, yaitu:
- Kecukupan Ketahanan Kas
Memastikan ketersediaan uang dalam jumlah yang cukup serta dalam berbagai pecahan guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri. - Layanan Kas kepada Masyarakat
BI menyediakan layanan penukaran uang di 10 lokasi jaringan kantor bank yang tersebar di Papua Barat. Selain itu, layanan kas keliling akan diadakan di fasilitas publik, serta kas terpadu akan tersedia di Manokwari City Mall. Informasi terkait jadwal layanan ini akan diumumkan melalui kanal media sosial resmi Bank Indonesia. - Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah
BI akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengenali, merawat, dan menghargai uang Rupiah. Dengan tema “Menjaga Rupiah di Bulan Penuh Berkah”, masyarakat diajak untuk mengenali keaslian uang Rupiah menggunakan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta menjaga kualitas uang dengan menerapkan prinsip 5J ( Jangan Dicoret, Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi).
Pasar Murah: Upaya Mengendalikan Inflasi Jelang Ramadan
Sebagai langkah strategis dalam mengendalikan inflasi kelompok pangan akibat peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri, BI Papua Barat bersama TPID menggelar Pasar Murah. Program ini ditujukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Sejumlah komoditas utama yang tersedia dalam Pasar Murah antara lain beras, gula, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, bawang putih, serta telur ayam. Ke depannya, program ini akan diperluas ke berbagai titik di Papua Barat sebagai langkah mitigasi terhadap lonjakan harga bahan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas Rupiah serta harga pangan di Papua Barat, guna mendukung kesejahteraan masyarakat di tengah momen Ramadan dan Idulfitri.