27.7 C
Manokwari
Monday, March 2, 2026

Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Israel-AS

Must read

Teheran, Beritakasuari.com – Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia setelah serangan udara besar-besaran yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Pemerintah Iran menyampaikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kabar tersebut melalui media nasional.

Stasiun penyiaran negara Islamic Republic of Iran Broadcasting menyatakan, “Pemimpin Tertinggi Iran telah mencapai syahid,” sebagaimana dilaporkan oleh CNN pada Minggu (1/3/2026). Konfirmasi serupa juga diberitakan oleh kantor berita Tasnim News Agency dan Fars News Agency yang menyebut Khamenei tewas akibat serangan mendadak di pusat ibu kota.

Serangan tersebut diklaim menghantam kompleks kediaman Khamenei di jantung Teheran. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pernyataan yang disiarkan televisi dan dikutip Agence France-Presse, mengatakan, “Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran.”

Netanyahu mengungkapkan bahwa operasi gabungan militer Israel dan Amerika Serikat menjatuhkan sedikitnya 30 bom ke arah kompleks tersebut pada Sabtu (28/2). Serangan itu disebut secara spesifik menargetkan pusat kekuasaan strategis Iran. Ia menambahkan, “Selama lebih dari tiga setengah dekade, diktator kejam ini telah menyebarkan teror di seluruh dunia sambil menindas rakyatnya sendiri, sambil bekerja tanpa lelah dan tanpa henti pada rencana untuk menghancurkan Israel.”

Ia melanjutkan, “Rencana itu sudah tidak ada lagi–dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi.”

Pernyataan senada disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform media sosial miliknya. Ia menulis bahwa salah satu figur paling berpengaruh di Timur Tengah tersebut telah wafat. “Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” ujarnya melalui akun di Social Truth, sebagaimana dikutip AFP.

Kematian Ali Khamenei berpotensi memicu dinamika geopolitik baru di kawasan Timur Tengah. Sebagai pemimpin tertinggi sejak 1989, ia memegang otoritas tertinggi dalam struktur politik dan militer Iran. Perkembangan situasi pasca-serangan tersebut kini menjadi perhatian komunitas internasional, mengingat dampaknya terhadap stabilitas regional dan hubungan global.

More articles

Latest article