Unipa Latih Mahasiswa Survei Herpetofauna di Mansel

Must read

Mansel, Beritakasuari.com – Kegiatan riset lapangan yang melibatkan mahasiswa kembali digelar oleh Universitas Papua sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Melalui program pelatihan survei herpetofauna di wilayah Kampung Mambrema dan Yamboi Gunung, Distrik Ransiki, mahasiswa tidak hanya diajak memahami ekosistem, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penelitian ilmiah.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Papua, PT Freeport Indonesia, dan Australian Museum. Pendekatan kolaboratif tersebut menghadirkan sinergi antara institusi pendidikan, industri, dan lembaga penelitian internasional dalam mengembangkan studi biodiversitas di Papua Barat.

Ketua tim peneliti, Dr. Kellyopas Krei, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari riset yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah wilayah lain di Papua Barat. Ekspansi lokasi penelitian bertujuan memperkaya data keanekaragaman hayati sekaligus memperluas pengalaman lapangan bagi mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan pelatihan komprehensif mulai dari teknik pengumpulan data, pengambilan sampel, hingga analisis berbasis DNA. Pendekatan ini dirancang agar peserta mampu mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam karya ilmiah akademik, termasuk penyusunan skripsi yang berbasis data lapangan.

Selain keterampilan teknis, aspek penulisan ilmiah juga menjadi perhatian. Mahasiswa memperoleh pembekalan langsung dari peneliti internasional, yang memberikan wawasan terkait publikasi ilmiah agar hasil riset dapat berkontribusi pada komunitas akademik global.

Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari pendekatan partisipatif. Warga diberikan pengetahuan mengenai identifikasi flora dan fauna, termasuk penggunaan nama ilmiah, sehingga mampu memahami potensi lingkungan sekitar secara lebih mendalam. Transfer pengetahuan ini diharapkan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Lebih jauh, hasil survei tidak hanya berfungsi sebagai bahan akademik, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi pemerintah daerah. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pembangunan berbasis lingkungan, termasuk pengembangan ekowisata, pengelolaan hutan adat, serta optimalisasi hasil hutan bukan kayu.

Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan menyambut baik inisiatif ini. Dukungan tersebut mencerminkan harapan bahwa riset yang dilakukan mampu menjadi dasar dalam mengidentifikasi potensi unggulan daerah. Dengan pemanfaatan data yang tepat, pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Papua tidak hanya memperkuat peran sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak riset dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan integratif antara ilmu pengetahuan, konservasi, dan pembangunan ekonomi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

More articles

Latest article